Tampilkan postingan dengan label pola pikir orang kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pola pikir orang kaya. Tampilkan semua postingan

01 Mei, 2015

Rahasia orang kaya

Siapa yang tidak ingin kaya?
Anda pun tentu ingin kaya....
Caranya, anda harus tahu rahasia orang kaya . . . . .

The secret of rich (Rahasia orang kaya) berisi 30 kiat untuk menjadi orang kaya. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami kiat-kiat tersebut, tulisan dikelompokan menjadi 5 kategori. Anda tinggal meng-klik kategori-kategori di bawah ini :
  1. Pola pikir orang kaya
  2. Rahasia pemasukan orang kaya
  3. Rahasia pengeluaran orang kaya
  4. Rahasia liabilitas (utang) orang kaya
  5. Rahasia aset (harta) orang kaya
Selamat menyimak, Semoga anda sukses
+
Saya mencoba melaksanakan kiat-kiat tersebut di atas dan anda dapat membaca pengalaman saya dalam this is my dreams (silahkan di klik saja)
Berikut ini beberapa kutipannya :
" Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi finansial saya tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang saya tempati belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang dan perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa"
"Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing. Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga….. Inilah cara saya untuk mewujudkan tujuan mendapatkan kebebasan finansial"
Itulah sepenggal kutipan kisah nyata dan perjalanan mengejar impian yang saya lakukan. Mau membaca lebih lengkap lagi kisahnya dan ingin tahu komentar dari para pembacanya, silahkan klik blog my dreams ini
Semoga testimoni saya dapat menjadi inspirasi buat anda….
+
Saya mempunyai sejumlah blog yang membahas tentang bisnis, motivasi dan pendidikan. Anda dapat menyimak tulisan-tulisan saya dalam blog, diantaranya :
  1. Financial freedom : berisi perjalanan panjang meraih mimpi dan mewujudkan financial freedom, sejak duduk di bangku SMTA hingga sekarang dan ketika kelak berusia 60 tahun.
  2. Motivasi dan kewirausahan : berisi catatan-catatan penting mata kuliah motivasi usaha dan kewirausahaan, antara lain motivasi kerja, keamanan finansial, keamanan finansial anda, target finansial, sukses finansial dan kelayakan usaha
  3. Blog and testimonials : berisi tentang berbagai blog tentang bisnis, motivasi dan pendidikan beserta komentar dan testomoni yang diberikan oleh para pembacanya.
  4. Pola pikir orang kaya : berisi konsep-konsep hasil pemikiran dan pengalaman di bidang bisnis, filsafat dan pendidikan.
  5. Kuliah motivasi usaha : berisi konsep-konsep motivasi yang diperlukan antuk sukses dalam berbisnis atau berwirausaha
  6. Kuliah kewirausahaan : berisi konsep-konsep untuk mempersiapkan rencana untuk kesuksesan berbisnis
  7. Meraih passive income : berisi kiat-kiat memotivasi dan mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan
  8. Belajar berbisnis : berisi langkah-langkah yang diperlukan sebelum mulai berbisnis atau berwirausaha
  9. Filsafat makna : berisi telaah filosofis tentang nilai-nilai budaya yang dianut dan hidup di masyarakat
  10. Keluarga sejahtera : berisi kajian keagamaan, khususnya agama Islam, yang ditujukan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah
  11. Kuliah online : berisi tentang gagasan-gagasan tentang cara belajar mutakhir menggunakan bantuan media komunikasi dan informasi (website)
  12. The secret of rich : berisi 30 kiat yang biasanya dipikirkan dan dikerjakan oleh orang-orang kaya

18 Agustus, 2011

Keamanan finansial seorang pekerja

Orang yang bekerja untuk uang akan terus menerus dihantui ketakutan, takut gajinya tidak cukup, takut gajinya berkurang, takut gajinya berhenti. Orang yang bekerja untuk uang akan merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi tamak, menginginkan semakin banyak memiliki uang dan rela melakukan apa pun untuk mendapatkannya.






Bekerja adalah untuk belajar


Motivasi untuk mendapatkan rasa aman merupakan motivasi yang dominan pada setiap manusia, termasuk keamanan finansial. Untuk mencapai keamanan finansial, kita berusaha mendapatkan penghasilan dengan menjadi seorang pekerja (employee)


Menjadi seorang pekerja artinya bekerja pada pihak lain. Bekerja di kantor pemerintahan sebagai pegawai negeri bagi sebagian orang adalah prioritas untuk mendapatkan penghasilan yang aman. Perusahaan swasta, terutama perusahaan yang bonafid, juga menjadi tujuan utama kita yang ingin menjadi seorang pekerja. Ada juga orang yang berusaha mendapatkan penghasilan dengan bekerja pada perorangan atau mencari penghasilan dari seorang majikan


Mencari penghasilan sebagai seorang pekerja pada umumnya didasari niat untuk mencapai keamanan finansial dengan mencari uang sebanyak-banyaknya. Para pekerja tidak menyadari bahwa uang yang diterima oleh seorang pekerja sudah disesuaikan dengan jasa yang diberikannya. Banyak pekerja yang menerima kurang dari yang semestinya dan sedikit sekali yang mendapatkan imbalan di atas ketentuan.


Para pekerja tidak menyadari bahwa uang yang diterima dalam bentuk gaji dan tunjangan-tunjangan sudah dipotong dulu oleh berbagai hal. Pastinya adalah potogan pajak penghasilan sebesar 15%, lalu potongan dana pensiun, potongan premi asuransi kesehatan, potongan iuran koperasi, potongan pinjaman, potongan karena mangkir kerja dan sebagainya.


Seorang pekerja akan bekerja keras untuk mendapat penghasilan dan menopang kebutuhan-kebutuhan hidup. Tidak jarang, sebagai seorang pekerja juga berusaha mencari pekerjaan sambilan atau pekerjaan kedua sebagai pekerja paruh waktu (part time) di tempat lain untuk menambah penghasilan. Mereka melakukannya demi untuk mencapai keamanan finansial.


Seorang pekerja berusaha melakukan pekerjaannya sebaik-sebaiknya sehingga menjadi pekerja yang berprestasi dan kariernya dapat terus menanjak. Mereka mengejar penghasilan yang besar dengan mengejar karier. Mereka tidak menyadari bahwa, seiring dengan meningkatnya penghasilan, meningkat pula pengeluarannya, baik untuk ongkos mendapatkan penghasilan tersebut ataupun untuk memperbaiki keadaan.


Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan


Seorang pekerja yang sudah meningkat penghasilannya menganggap wajar jika ingin membuat keadaan menjadi lebih baik dan lebih nyaman. Tindakan ini bisa mengakibatkan meningkatnya jumlah pengeluaran dan mudah terjebak dalam pesona utang dan kalau sudah terjebak utang, orang semakin terikat dengan uang.


Sebagai seorang pekerja, kita sangat mengandalkan waktu dan tenaga yang kita miliki untuk mendapatkan penghasilan. Jika kita sakit dalam waktu yang relatif lama atau kita telah memasuki masa pensiun, maka waktu dan tenaga yang kita berikan untuk bekerja juga berkurang dan penghasilan kita dengan sendirinya tentu akan berkurang pula. Kita mungkin tidak akan mendapatkan penghasilan lagi ketika terkena PHK atau tempat kerja kita mengalami kebangkrutan.


Mungkin kita merasa yakin dapat menghadapi semua itu dengan uang simpanan yang diperoleh selama ini. Untuk berapa lama kita dapat bertahan dengan uang simpanan? Pada suatu saat uang simpanan kita akan semakin berkurang dan akhirnya akan habis. Berkurang dan habis bukan hanya karena digunakan, tapi karena nilai uang yang disimpan juga semakin menurun akibat tingkat inflasi yang lebih besar dibanding dengan bunga simpanan yang diperoleh. Semakin jelas sekarang, bahwa menjadi pekerja kita tidak dapat mencapai keamanan finansial seperti yang didambakan.


Penyebab utama seorang pekerja dalam kondisi yang tidak aman secara finansial adalah karena motivasi bekerjanya semata-mata demi uang. Orang yang motivasi bekerjanya demi uang justru akan memperoleh rasa takut. Orang yang bekerja demi uang akan terikat dengan uang, menjadi takut tidak punya uang dan rela menjadi budak uang. Orang yang bekerja demi uang akan dihantui ketakutan, takut gajinya tidak cukup, takut penghasilannya berkurang, takut pendapatannya terhenti, dan bentuk-bentuk ketakutan lainnya.


Ketakutan yang diakibatkan oleh ketergantungannya terhadap uang akan menjadikan dirinya mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang, bahkan kalau perlu mendapatkannya dengan cara-cara yang batil. Orang yang menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik dengan uang lebih buruk daripada orang yang terikat dengan uang. Orang yang demikian itu, dalam kenyataannya harus bekerja keras selama 8 jam sehari bahkan lebih untuk sekedar mendapatkan uang.



17 Agustus, 2011

Keamanan finansial pekerja lepas

Menjadi seorang profesional, misalnya menjadi dokter, fisioterapis, akuntan, konsultan hukum,dan sebagainya adalah menjadi pekerja lepas. Seorang penjaja barang, penjual jasa, pedagang, pemilik toko, warung, perantara dan orang-orang yang mengandalkan keahliannya untuk mandiri serta bekerja untuk diri sendiri adalah seorang pekerja lepas. Amankah keadaan finansial para pekerja lepas?





Bekerja tidak membuat seseorang menjadi kaya


Bagi kita yang tidak mau bekerja di kantor pemerintah, perusahaan swasta atau bekerja pada seorang majikan, pilihannya adalah menjadi seorang pekerja lepas (self employed). Seorang pekerja lepas adalah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri atau menjadi boss bagi diri sendiri. Seorang profesional (dokter, fisioterafis, pengacara, konsultan, dsb), pedagang, penjual barang, penjual jasa, konsultan, perantara dan sebagainya adalah pekerja lepas.


Kalau kita ahli pada suatu bidang, misalnya ahli di bidang akuntansi, biasanya kita akan diminta jasanya untuk menangani pekerjaan akuntansi di suatu tempat di luar tempat kerjanya. Mungkin di waktu yang lain, kita sendiri yang akan menawarkan jasa kepada pihak lain demi mendapatkan penghasilan. Pada tahap ini, kita telah memposisikan dirinya sebagai seorang pekerja lepas (self employed).


Sebagai seorang pekerja, kita juga dapat melakukan pekerjaan sambilan dengan menjajakan sebuah barang atau menawarkan sebuah jasa di sela-sela pekerjaan kita. Aktivitas seperti ini bisa jadi niatnya adalah untuk mendapatkan penghasilan sebagai pekerja sekaligus sebagai pekerja lepas. Mungkin saja setelah merasakan nikmatnya mendapat penghasilan dengan menjajakan barang, menjual jasa, atau merasa sudah waktunya untuk melepas kedudukannya sebagai pekerja dan kita akan sepenuhnya beralih menjadi pekerja lepas.


Seorang pekerja lepas akan bekerja untuk diri sendiri dan biasanya berusaha mendapatkan penghasilan dari seseorang, kantor pemerintahan atau perusahaan yang mendatangkan penghasilan besar bagi dirinya. Dia melakukan pekerjaan mandiri ataupun berhubungan dengan pihak lain adalah dalam rangka menjual produk atau menjual sebuah jasa.


Kita bisa saja mempunyai niat menjadi pekerja lepas tanpa terlebih dahulu melalui proses sebagai seorang pekerja. Untuk itu, biasanya kita akan memilih program pendidikan yang lulusannya dapat bekerja secara mandiri, seperti program studi kedokteran, fisioterapi, ilmu hukum, ilmu computer dan sebagainya. Dengan bekerja sebagai seorang profesional, menjadi dokter, fisioterafis, konsultan hukum, ahli reparasi komputer, dan sebagainya diharapkan dapat mencapai keamanan finansial.


Ada juga orang yang sejak semula berniat menjadi pemilik usaha, namun apa yang dilakukan sama dengan apa yang dilakukan pekerja lepas, yakni menjajakan suatu barang atau menjual jasa kepada seseorang, kantor pemerintahan atau perusahaan. Pada saat merintis usaha, kita mungkin akan bekerja di perusahaan kita sendiri, menjadi pemilik usaha sekaligus menjadi pekerjanya, namun perilakuknya tidak lebih seperti pekerja lepas yang niatnya sekedar untuk mencapai keamanan finansial.


Bekerja untuk uang menciptakan ketamakan


Sebagai seorang pekerja lepas (self employed), kita juga sangat mengandalkan waktu dan tenaga untuk mendapatkan penghasilan. Ada waktu maka ada penghasilan. Penghasilan yang diperoleh sering berjumlah besar, tetapi tidak rutin bahkan kadang-kadang tidak mendapatkan penghasilan dalam jangka waktu yang relatif lama. Dalam kondisi seperti ini, maka seorang pekerja lepas sangat mengandalkan perolehannya yang besar di waktu yang lalu.


Ketika usia sudah menanjak dan kemampuannya semakin menurun, penghasilan seorang pekerja lepas pun semakin menurun pula. Ada usaha maka ada penghasilan. Ketika berhenti bekerja, seorang pekerja lepas tidak akan mendapatkan penghasilan lagi dan tidak menerima pensiun sebagaimana yang diperoleh seorang pekerja.


Seorang pekerja lepas mungkin berusaha melakukan pekerjaannya sebaik-sebaiknya untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya ketika mempunyai kesempatan. Mereka tidak menyadari bahwa, seiring dengan meningkatnya penghasilan yang diperoleh, biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut juga meningkat.

Penghasilan yang besar tidak membuat seseorang menjadi kaya, karena ketika mendapatkannya masih dikenai berbagai pajak, demikian pula ketika uang itu dibelanjakan. Ketika dibelanjakan uang kita masih mendapat potongan-potongan lagi dalam bentuk pajak pembelian, bunga, denda dan sebagainya. Ketika mendapat kenaikan penghasilan, harga-harga barang pun sudah lebih dahulu merangkak naik dengan kenaikan yang melebihi tingkat kenaikan penghasilan tersebut


Seorang pekerja lepas yang sudah meningkat penghasilannya dan mendapatkan penghasilan yang besar biasanya akan berusaha memperbaiki keadaan dengan memiliki rumah yang lebih besar atau kendaraan yang lebih mewah. Tindakan ini bisa mengakibatkan keinginannya untuk memiliki uang semakin meningkat, karena merasakan nikmatnya banyak memiliki uang.

Orang yang merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi tamak dan menginginkan semakin banyak memiliki uang akan rela melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan uang lebih banyak lagi. Dia rela bekerja lebih keras dan semakin keras, bahkan bekerja dengan cara-cara yang semakin tidak mengindahkan nilai-nilai kebenaran.