<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825</id><updated>2012-01-02T08:13:37.622+07:00</updated><category term='Syarat pinjaman'/><category term='Syarat debitur'/><category term='pekerja'/><category term='Menyisihkan penghasilan'/><category term='laporan keuangan'/><category term='passive income'/><category term='Proteksi penghasilan'/><category term='harta'/><category term='penghasilan pasif'/><category term='Syarat meminjaman'/><category term='liabilitas'/><category term='aset'/><category term='Penghematan'/><category term='aktiva'/><category term='orang kaya'/><category term='Sukses berbisnis'/><category term='kebutuhan'/><category term='Pencapaian tujuan'/><category term='Dana cadangan'/><category term='pola pikir orang kaya'/><category term='perencanaan keuangan'/><category term='Pengeluaran uang'/><category term='investor'/><category term='Menambah kekayaan'/><category term='arus kas'/><category term='Prioritas pembayaran'/><category term='Sumber penghasilan'/><category term='Belanja'/><category term='Perumusan tujuan'/><category term='Menurunkan pengeluaran'/><category term='Meminjam'/><category term='perubahan pola pikir'/><category term='Rencana keuangan'/><category term='financial freedom'/><category term='Bisnis cerdas'/><category term='cash flow'/><category term='Menghemat'/><category term='Pinjam'/><category term='kebebasan finansial'/><category term='pekerja lepas'/><category term='motivasi'/><category term='Cari pinjaman'/><category term='Menabung'/><category term='Kiat bisnis'/><category term='rahasia orang kaya'/><category term='Menggandakan penghasilan'/><category term='Bisnis mudah'/><category term='keuangan pribadi'/><category term='Tujuan finansial'/><category term='Pinjaman'/><category term='Peluang bisnis'/><category term='Mendapat modal'/><category term='entrepreneurship'/><category term='Sukses meminjam'/><category term='Mengembangkan modal'/><category term='keinginan'/><category term='Prioritas pengeluaran'/><category term='kewirausahaan'/><category term='penghasilan tambahan'/><category term='pemilik bisnis'/><category term='cari utang'/><category term='Utang'/><category term='Sukses usaha'/><category term='Pengeluaran keluarga'/><category term='Kiat usaha'/><category term='Efisiensi'/><category term='Pemasukan uang'/><category term='kekayaan'/><category term='keamanan finansial'/><category term='Syarat utang'/><category term='Menambah aset'/><category term='motivasi usaha'/><category term='Kartu kredit'/><category term='Mencari utang'/><category term='Cari modal'/><category term='keuangan keluarga'/><category term='Credit card'/><title type='text'>The secret of rich</title><subtitle type='html'>mulyo.wiharto@gmail.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-7025179800773529117</id><published>2011-08-21T20:00:00.003+07:00</published><updated>2011-11-08T19:26:34.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewirausahaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneurship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan pasif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebutuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan tambahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keinginan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pola pikir orang kaya'/><title type='text'>Rahasia orang kaya</title><content type='html'>Siapa yang tidak ingin kaya?&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vUSYXRR4hi0/TZ2WfeH5BYI/AAAAAAAAAHU/5rP93G-HGXA/s1600/28%2B-%2Bkaya%2Braya.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 232px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vUSYXRR4hi0/TZ2WfeH5BYI/AAAAAAAAAHU/5rP93G-HGXA/s320/28%2B-%2Bkaya%2Braya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592791779670295938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda pun tentu ingin kaya....&lt;br /&gt;Caranya, anda harus tahu rahasia orang kaya . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The  secret of rich (Rahasia orang kaya) berisi 30 kiat untuk    menjadi  orang kaya. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami kiat-kiat     tersebut, tulisan dikelompokan menjadi 5 kategori. Anda tinggal     meng-klik kategori-kategori di bawah ini : &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/category/01-rahasia-umum-kaya/"&gt;Pola pikir orang kaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/category/rahasia-pemasukan/"&gt;Rahasia pemasukan orang kaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/category/rahasia-pengeluaran/"&gt;Rahasia pengeluaran orang kaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/category/rahasia-liabilitas/"&gt;Rahasia liabilitas (utang) orang kaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/category/rahasia-aset/"&gt;Rahasia aset (harta) orang kaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Selamat menyimak, Semoga anda sukses&lt;/p&gt; &lt;p&gt;+&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mencoba melaksanakan kiat-kiat tersebut di atas dan anda dapat membaca pengalaman saya dalam &lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/this-is-my-dreams/"&gt;this is my dreams&lt;/a&gt; (silahkan di klik saja)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini beberapa kutipannya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"  Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak    pelajaran  dan pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi    finansial saya  tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang    saya tempati  belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang  dan    perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Untuk  meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai    merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa  penyewaan    rumah,  menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan    mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar     aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing.   Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa.    Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki    tanah yang luas  sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..   Inilah cara saya untuk mewujudkan  tujuan mendapatkan kebebasan   finansial"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sepenggal kutipan kisah nyata dan perjalanan  mengejar impian   yang  saya lakukan. Mau membaca lebih lengkap lagi  kisahnya dan ingin   tahu  komentar dari para pembacanya, silahkan klik &lt;a href="http://mulyowiharto.blog.com/2009/05/01/apakah-motivasi-kita-dalam-bekerja-4/#comments"&gt;blog my dreams&lt;/a&gt; ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga testimoni saya dapat menjadi inspirasi buat anda….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;+&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  mempunyai sejumlah blog yang membahas tentang bisnis, motivasi  dan  pendidikan. Anda dapat menyimak tulisan-tulisan  saya dalam blog,   diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyowiharto.blog.com/"&gt;Financial freedom&lt;/a&gt;   : berisi perjalanan panjang meraih mimpi dan mewujudkan financial     freedom, sejak duduk di bangku SMTA hingga sekarang dan ketika kelak     berusia 60 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyowiharto.wordpress.com/"&gt;Motivasi dan kewirausahan&lt;/a&gt;   : berisi catatan-catatan penting  mata   kuliah   motivasi usaha dan   kewirausahaan, antara lain motivasi kerja,    keamanan finansial,   keamanan finansial anda, target finansial, sukses   finansial dan   kelayakan usaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyowiharto.blog.esaunggul.ac.id/"&gt;Blog and testimonials&lt;/a&gt;   : berisi tentang berbagai blog tentang bisnis, motivasi dan pendidikan   beserta komentar dan testomoni yang diberikan oleh para pembacanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/"&gt;Pola pikir orang kaya&lt;/a&gt; : berisi konsep-konsep hasil pemikiran dan pengalaman di bidang bisnis, filsafat dan pendidikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://matakuliahmotivasiusaha.wordpress.com/"&gt;Kuliah motivasi usaha&lt;/a&gt; : berisi konsep-konsep motivasi yang diperlukan antuk sukses dalam berbisnis atau berwirausaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://matakuliahkewirausahaan.wordpress.com/"&gt;Kuliah kewirausahaan&lt;/a&gt; : berisi konsep-konsep untuk mempersiapkan rencana untuk kesuksesan berbisnis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://motivasimulyo.wordpress.com/"&gt;Meraih passive income&lt;/a&gt; : berisi kiat-kiat memotivasi dan mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://bisnismulyo.wordpress.com/"&gt;Belajar berbisnis&lt;/a&gt; : berisi langkah-langkah yang diperlukan sebelum mulai berbisnis atau berwirausaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://filsafatmulyo.wordpress.com/"&gt;Filsafat makna&lt;/a&gt; : berisi telaah filosofis tentang nilai-nilai budaya yang dianut dan hidup di masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://keluargamulyo.wordpress.com/"&gt;Keluarga sejahtera&lt;/a&gt; : berisi kajian keagamaan, khususnya agama Islam, yang ditujukan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://online.blog.esaunggul.ac.id/"&gt;Kuliah online&lt;/a&gt; : berisi tentang gagasan-gagasan tentang cara belajar mutakhir menggunakan bantuan media komunikasi dan informasi (website)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rahasiaorangkaya.wordpress.com/"&gt;The secret of rich&lt;/a&gt; : berisi 30 kiat yang biasanya dipikirkan dan dikerjakan oleh orang-orang kaya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-7025179800773529117?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7025179800773529117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7025179800773529117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/08/secret.html' title='Rahasia orang kaya'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vUSYXRR4hi0/TZ2WfeH5BYI/AAAAAAAAAHU/5rP93G-HGXA/s72-c/28%2B-%2Bkaya%2Braya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-4497000408941711868</id><published>2011-08-20T22:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:27:27.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan pasif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial freedom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='passive income'/><title type='text'>Meraih penghasilan pasif (passive income)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jTTempf5ISc/Td3oQqvpsbI/AAAAAAAAAIo/5tGAbWeiqx8/s1600/motivasi%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Saya  ingin  meraih  kebebasan  finansial &lt;em&gt;&lt;/em&gt;sebelum menginjak usia 60 tahun dengan memiliki penghasilan pasif (&lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;).  Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus  menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena uang yang  saya miliki telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk saya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wYWqR_EsOAc/Td3vvcGzkjI/AAAAAAAAAJY/Y_y95LzUi84/s1600/passive%2Bincome%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 118px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wYWqR_EsOAc/Td3vvcGzkjI/AAAAAAAAAJY/Y_y95LzUi84/s200/passive%2Bincome%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610904309051134514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar sambil berbisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sewaktu  duduk di bangku SMA, saya mulai berkenalan dengan dunia bisnis namun  cara berbisnis saya seperti perilaku seorang pekerja lepas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self employed&lt;/span&gt;).  Saya menjajakan barang dagangan berupa kebutuhan hidup sehari-hari di  toko kelontong milik orang tua. Barang yang dijual adalah sabun, sikat  gigi, odol, parfum, obat, gula, kopi, teh, susu, dan sebagainya.  Motivasi saya waktu itu adalah mengumpulkan tabungan untuk biaya kuliah  di perguruan tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Setelah  kuliah di perguruan tinggi, kebiasaan saya berbisnis terus tumbuh.  Awalnya, saya mengambil program studi politik karena saya berniat  menjadi politisi.Keadaan tahun 80-an kondisi politik sangat panas dengan  banyaknya intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan rezim Soeharto  terhadap mahasiswa dan membuat saya mengubah niat menjadi seorang  pendidik.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Selama  masa kuliah, saya berbisnis dengan cara menjajakan barang-barang  cetakan, souvenir dan assesories kepada konsumen secara langsung. Di  lain waktu, saya juga menawarkan jasa untuk mengerjakan proyek-proyek  yang ditawarkan oleh teman-teman dan dosen untuk menambah penghasilan.  Motivasi saya berbisnis adalah mencari penghasilan untuk menambah  kiriman orang tua, sehingga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bisa  membayar biaya kuliah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menjadi pekerja dan pekerja lepas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Setelah  lulus dari perguruan tinggi, tempat pertama yang saya incar sebagai  lahan pengabdian adalah lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi.  Motivasi saya adalah mencari pekerjaan. Awalnya, saya diminta oleh  Profesor Tilaar untuk menjadi dosen di almamater saya, salah satu PTN di  Jakarta, karena saya menjadi lulusan terbaik. Pada waktu itu ada  kebijakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zero growth&lt;/span&gt; yang  mengharuskan saya menunggu hingga ada dosen yang pensiun dahulu untuk  bisa masuk sebagai dosen PTN dan saya tidak sabar menunggu. Nasib  akhirnya membawa saya menjadi dosen juga di salah satu universitas  swasta di Jakarta, menjadi seorang pekerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;employee&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Sebelum  menjadi dosen, jabatan saya adalah Asisten Direktur salah satu program  pendidikan di sebuah institut dengan gaji yang sangat tidak memuaskan.  Saya tidak menyadari bahwa menjadi seorang pekerja memang tidak dapat  mengharapkan kepuasan dari gaji yang diterima. Jumlah gaji seorang  pekerja sudah ditentukan oleh pimpinan atau pemilik usaha, bahkan karena  pada waktu itu lembaga tempat saya kerja belum mempunyai sistem  penggajian yang bagus, akibatnya gaji yang saya terima sangat kecil  dibandingkan dengan teman-teman se kantor yang jenjangnya relatif sama.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Untuk  menambah penghasilan, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pengajar  di lembaga pendidikan tempat saya bekerja. Saya mencoba merintis karier  di lembaga pendidikan dengan menduduki berbagai jabatan yang tersedia.  Setelah lembaga pendidikan tempat saya bekerja dikembangkan menjadi  Akademi dan Universitas, saya diangkat sebagai Pembantu Direktur Bidang  Administrasi dan Keuangan di Akademi tersebut. Perkembangan selanjutnya  adalah, ketika dibentuk sebuah fakultas kesehatan, saya juga diangkat  sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, demikian pula  ketika dibentuk fakultas kesehatan lainnya, saya merangkap jabatan di  kedua fakultas kesehatan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Di  bidang akademik, selain menjadi dosen di Akademi dan Universitas, saya  juga pernah diangkat sebagai Ketua Peminatan dan Sekretaris Jurusan. Di  bidang kemahasiswaan, saya mempunyai pengalaman sebagai Pembantu Dekan  Bidang Kemahasiswaan, membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani  Islam dan UKM Korps Sukarela PMI.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Dalam  merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan  pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi finansial saya tidak  mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang saya tempati belum  lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang dan perabot-perabot  lain yang saya miliki juga tidak seberapa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Untuk  mencapai keamanan finansial, saya mencari tambahan penghasilan dengan  menyewakan mobil yang saya miliki, menjadi perantara dalam jual beli  rumah dan menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan manajemen. Sampai  tahap ini, saya masih memposisikan diri saya sebagai karyawan dan dosen  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;employee&lt;/span&gt;) merangkap sebagai instruktur dan penjual jasa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self employed&lt;/span&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;Merintis jadi pemilik bisnis dan investor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Saya berusaha meningkatkan motivasi saya dengan jalan merintis karier untuk menjadi pemilik usaha (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;business owner&lt;/span&gt;) dan investor guna meraih kebebasan finansial (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;financial freedom&lt;/span&gt;) sebelum menginjak usia 60 tahun. Saya berpendapat, kebebasan finansial terwujud jika saya sudah memiliki penghasilan pasif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;passive income&lt;/span&gt;) yang mencukupi kebutuhan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Penghasilan  pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa  keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya  telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini,  bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena ingin  mendapatkan penghasilan. Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan  karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang "bekerja"  mendapatkan penghasilan pasif.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Untuk  meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis  usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah,  menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko  busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk  tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya  berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk  tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah  yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah  cara saya mendapatkan penghasilan pasif. Mungkinkah mimpi ini menjadi  nyata? Ikuti pengalaman saya dalam mewujudkan mimpi itu .....  &lt;span style="" lang="IT"&gt;Simak tulisan saya di blog ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Nwfs6tMUXfY/Td3vqUWck-I/AAAAAAAAAJQ/ICq9qJMIZQ8/s1600/mulyo%2Bdream.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Nwfs6tMUXfY/Td3vqUWck-I/AAAAAAAAAJQ/ICq9qJMIZQ8/s200/mulyo%2Bdream.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610904221069906914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-4497000408941711868?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/4497000408941711868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/motivasi-mendapatkan-penghasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/4497000408941711868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/4497000408941711868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/motivasi-mendapatkan-penghasilan.html' title='Meraih penghasilan pasif (passive income)'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wYWqR_EsOAc/Td3vvcGzkjI/AAAAAAAAAJY/Y_y95LzUi84/s72-c/passive%2Bincome%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-78554914475021261</id><published>2011-08-19T21:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:28:26.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebutuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilik bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keinginan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja lepas'/><title type='text'>Motivasi mendapatkan penghasilan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pada  umumnya seseorang akan berusaha mendapatkan rasa aman dalam hal  finansial dengan berusaha mendapatkan penghasilan. Menjadi pekerja,  pekerja lepas, pemilik usaha atau investor adalah pilihan-pilihan yang  dapat diambil untuk mendapatkan penghasilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jTTempf5ISc/Td3oQqvpsbI/AAAAAAAAAIo/5tGAbWeiqx8/s1600/motivasi%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-q0VUaMD9qhs/Td3n41aOH5I/AAAAAAAAAIY/TLXhWuCPOgE/s1600/motivasi%2Bmaslow%2B-%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q0VUaMD9qhs/Td3n41aOH5I/AAAAAAAAAIY/TLXhWuCPOgE/s200/motivasi%2Bmaslow%2B-%2Bmulyo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610895674369253266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pengertian dan jenis motivasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Segala  perbuatan yang kita lakukan ditentukan oleh niat, agama pun mengajarkan  bahwa segala sesuatu tergantung niatnya. Niat dapat diartikan sebagai  motivasi, yakni keadaan dalam diri kita yang menyebabkan kita bertingkah  laku tertentu untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Motivasi  merupakan gabungan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) yang  mengarahkan kita untuk bertingkah laku tertentu, termasuk dalam belajar  dan berbisnis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi  adalah keadaan dalam diri individu yang menyebabkan seseorang  bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Dalam  kehidupan sehari-hari, motivasi berbentuk niat untuk melakukan sesuatu,  alasan untuk mencapai tujuan, dan dasar pemikiran untuk melakukan  sesuatu. Salah satu pendapat yang sangat populer untuk mengetahui  bentuk-bentuk motivasi adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis (&lt;em&gt;physiological needs&lt;/em&gt;), yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi untuk mendapatkan rasa aman (&lt;em&gt;safety needs&lt;/em&gt;), yaitu mendapatkan keamanan jiwa dan raga, termasuk keamanan dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi untuk memenuhi kebutuhan sosial (&lt;em&gt;social needs&lt;/em&gt;), yaitu kebutuhan untuk turut serta dalam kelompoknya, bergaul dan diterima orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi untuk memenuhi kebutuhan penghargaan (&lt;em&gt;esteem needs&lt;/em&gt;), yakni kebutuhan untuk mendapatkan &lt;em&gt;prestise&lt;/em&gt;, pujian, atau pengakuan dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Motivasi untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (&lt;em&gt;self actualization needs&lt;/em&gt;), yakni kebutuhan untuk merealisasikan keinginan, dan kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;          &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Motivasi  yang kita miliki tersusun secara bertingkat membentuk sebuah piramida  kebutuhan. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar,  kemudian disusul kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi, yakni kebutuhan  rasa aman, sosial, penghargaan dan yang paling tinggi adalah kebutuhan  aktualisasi diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah  kebutuhan satu terpenuhi akan menyusul kebutuhan berikutnya yang  menuntut untuk segera dipenuhi, demikian seterusnya menuju tingkat  kebutuhan yang paling tinggi. Kebutuhan yang telah terpenuhi akan  berkurang daya dorongnya dan membutuhkan daya dorong lain berupa  kebutuhan yang lebih tinggi, namun demikian ada motivasi yang paling  dominan pada setiap manusia, yakni motivasi mendapatkan rasa aman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;Keamanan finansial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Motivasi  untuk mendapatkan rasa aman merupakan motivasi yang dominan pada setiap  manusia, termasuk rasa aman dalam hal finansial atau kebutuhan untuk  mendapatkan keamanan finansial. Untuk mencapai keamanan finansial, kita  berusaha mendapatkan penghasilan dengan cara :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjadi pekerja (&lt;em&gt;employee&lt;/em&gt;), yaitu seseorang yang bekerja pada seseorang (majikan), kantor pemerintahan, atau sebuah perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi pekerja lepas &lt;em&gt;(self employed&lt;/em&gt;)  yang menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti seorang profesional  (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang  menjajakan suatu barang atau menjual jasa kepada pihak lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi pemilik usaha (&lt;em&gt;business owner&lt;/em&gt;),  yaitu seseorang yang menciptakan sebuah usaha, mempekerjakan orang  untuk bekerja dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi investor (&lt;em&gt;investors&lt;/em&gt;)  yang menghasilkan uang  dengan menanamkan sejumlah aset untuk  mendapatkan penghasilan di masa yang akan dating, misalnya dengan  menabung atau mendepositokan uang, membeli saham atau valas, membeli  barang-barang yang disewakan, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;        &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Menjadi  apa pun diri kita, cara mana pun yang dipilih, salah satu cara atau  gabungan beberapa cara, kita harus melakukannya dengan motivasi  tertentu. Motivasi yang kita miliki dalam mencari penghasilan umumnya  mencari uang atau untung sebanyak-banyaknya agar tercapai keamanan  finansialnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai motivasi mendapatkan penghasilan dengan menjadi dosen di sebuah universitas (menjadi &lt;em&gt;employed&lt;/em&gt;) kemudian menjadi intruktur sesuai permintaan dari luar (menjadi &lt;em&gt;self employed&lt;/em&gt;). Saat ini saya berusaha meningkatkan motivasi saya untuk mendapatkan kebebasan finansial (&lt;em&gt;financial freedom&lt;/em&gt;) melalui penghasilan pasif (&lt;i style=""&gt;passive income&lt;/i&gt;) dengan merintis menjadi pemilik usaha dan investor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jTTempf5ISc/Td3oQqvpsbI/AAAAAAAAAIo/5tGAbWeiqx8/s1600/motivasi%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jTTempf5ISc/Td3oQqvpsbI/AAAAAAAAAIo/5tGAbWeiqx8/s200/motivasi%2Bmulyo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610896083823210930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-78554914475021261?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/78554914475021261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/motivasi-mendapat-penghasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/78554914475021261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/78554914475021261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/motivasi-mendapat-penghasilan.html' title='Motivasi mendapatkan penghasilan'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q0VUaMD9qhs/Td3n41aOH5I/AAAAAAAAAIY/TLXhWuCPOgE/s72-c/motivasi%2Bmaslow%2B-%2Bmulyo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-3082627736766901037</id><published>2011-08-18T20:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:29:11.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keuangan pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pola pikir orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keuangan keluarga'/><title type='text'>Keamanan finansial seorang pekerja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Orang yang bekerja untuk  uang akan terus menerus dihantui ketakutan, takut gajinya tidak cukup,  takut gajinya berkurang, takut gajinya berhenti. Orang yang bekerja  untuk uang akan merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi tamak,  menginginkan semakin banyak memiliki uang dan  rela melakukan apa pun  untuk mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QhOqYEGwF88/Td3qASEdlzI/AAAAAAAAAI4/4lSuaDZeVwQ/s1600/takut%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KcKsYo5GeCE/Td3psRU8zeI/AAAAAAAAAIw/kMHEufsuoik/s1600/karyawan%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 173px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KcKsYo5GeCE/Td3psRU8zeI/AAAAAAAAAIw/kMHEufsuoik/s200/karyawan%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610897657548295650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Bekerja adalah untuk belajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Motivasi  untuk mendapatkan rasa aman merupakan motivasi yang dominan pada setiap  manusia, termasuk keamanan finansial. Untuk mencapai keamanan  finansial, kita berusaha mendapatkan penghasilan dengan menjadi seorang  pekerja (&lt;em&gt;employee&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menjadi  seorang pekerja artinya bekerja pada pihak lain. Bekerja di kantor  pemerintahan sebagai pegawai negeri bagi sebagian orang adalah prioritas  untuk mendapatkan penghasilan yang aman. Perusahaan swasta, terutama  perusahaan yang bonafid, juga menjadi tujuan utama kita yang ingin  menjadi seorang pekerja.  Ada juga orang yang berusaha mendapatkan  penghasilan dengan bekerja pada perorangan atau mencari penghasilan dari  seorang majikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mencari  penghasilan sebagai seorang pekerja pada umumnya didasari niat untuk  mencapai keamanan finansial dengan mencari uang sebanyak-banyaknya. Para  pekerja tidak menyadari bahwa uang yang diterima oleh seorang pekerja  sudah disesuaikan dengan jasa yang diberikannya. Banyak pekerja yang  menerima kurang dari yang semestinya dan sedikit sekali yang mendapatkan  imbalan di atas ketentuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Para  pekerja tidak menyadari bahwa uang yang diterima dalam bentuk gaji dan  tunjangan-tunjangan sudah dipotong dulu oleh berbagai hal. Pastinya  adalah potogan pajak penghasilan sebesar 15%, lalu potongan dana  pensiun, potongan premi asuransi kesehatan, potongan iuran koperasi,  potongan pinjaman, potongan karena mangkir kerja dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seorang  pekerja akan bekerja keras untuk mendapat penghasilan dan menopang  kebutuhan-kebutuhan hidup. Tidak jarang, sebagai seorang pekerja juga  berusaha mencari pekerjaan sambilan atau pekerjaan kedua sebagai pekerja  paruh waktu (&lt;em&gt;part time&lt;/em&gt;) di tempat lain untuk menambah penghasilan. Mereka melakukannya  demi untuk mencapai keamanan finansial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seorang  pekerja berusaha melakukan pekerjaannya sebaik-sebaiknya sehingga  menjadi pekerja yang berprestasi dan kariernya dapat terus menanjak.  Mereka mengejar penghasilan yang besar dengan mengejar karier. Mereka  tidak menyadari bahwa, seiring dengan meningkatnya penghasilan,  meningkat pula pengeluarannya, baik untuk ongkos  mendapatkan  penghasilan tersebut ataupun untuk memperbaiki keadaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seorang  pekerja yang sudah  meningkat penghasilannya menganggap wajar jika  ingin membuat keadaan menjadi lebih baik dan lebih nyaman. Tindakan ini  bisa mengakibatkan meningkatnya jumlah pengeluaran dan mudah terjebak  dalam pesona utang dan kalau sudah terjebak utang, orang semakin terikat  dengan uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sebagai  seorang pekerja, kita sangat mengandalkan waktu dan tenaga yang kita  miliki untuk mendapatkan penghasilan. Jika kita sakit dalam waktu yang  relatif lama atau kita telah memasuki masa pensiun, maka waktu dan  tenaga yang kita berikan untuk bekerja juga berkurang dan penghasilan  kita dengan sendirinya tentu akan berkurang pula. Kita mungkin tidak  akan mendapatkan penghasilan lagi ketika terkena PHK atau tempat kerja  kita mengalami kebangkrutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mungkin  kita merasa yakin dapat menghadapi semua itu dengan uang simpanan yang  diperoleh selama ini. Untuk berapa lama kita dapat bertahan dengan uang  simpanan? Pada suatu saat uang simpanan kita akan semakin berkurang dan  akhirnya akan habis. Berkurang dan habis bukan hanya karena digunakan,  tapi karena nilai uang yang disimpan juga semakin menurun akibat tingkat  inflasi yang lebih besar dibanding dengan bunga simpanan yang  diperoleh. Semakin jelas sekarang, bahwa menjadi pekerja kita tidak  dapat mencapai keamanan finansial seperti yang didambakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Penyebab  utama seorang pekerja dalam kondisi yang tidak aman secara finansial  adalah karena motivasi bekerjanya semata-mata demi uang. Orang yang  motivasi bekerjanya demi uang justru akan memperoleh rasa takut. Orang  yang bekerja demi uang akan terikat dengan uang, menjadi takut tidak  punya uang dan rela menjadi budak uang. Orang yang bekerja demi uang  akan dihantui ketakutan, takut gajinya tidak cukup, takut penghasilannya  berkurang, takut pendapatannya terhenti, dan bentuk-bentuk ketakutan  lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Ketakutan  yang diakibatkan oleh ketergantungannya terhadap uang akan menjadikan  dirinya mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang, bahkan kalau perlu  mendapatkannya dengan cara-cara yang batil. Orang yang menyatakan bahwa  dirinya tidak tertarik dengan uang lebih buruk daripada orang yang  terikat dengan uang. Orang yang demikian itu, dalam kenyataannya harus  bekerja keras selama 8 jam sehari bahkan lebih untuk sekedar mendapatkan  uang.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QhOqYEGwF88/Td3qASEdlzI/AAAAAAAAAI4/4lSuaDZeVwQ/s1600/takut%2Bmulyo.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 111px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QhOqYEGwF88/Td3qASEdlzI/AAAAAAAAAI4/4lSuaDZeVwQ/s200/takut%2Bmulyo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610898001344960306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-3082627736766901037?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/3082627736766901037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/keamanan-finansial-seorang-pekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/3082627736766901037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/3082627736766901037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/keamanan-finansial-seorang-pekerja.html' title='Keamanan finansial seorang pekerja'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KcKsYo5GeCE/Td3psRU8zeI/AAAAAAAAAIw/kMHEufsuoik/s72-c/karyawan%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-327809616168131068</id><published>2011-08-17T19:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:29:56.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keuangan pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerja lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pola pikir orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keuangan keluarga'/><title type='text'>Keamanan finansial pekerja lepas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Menjadi seorang profesional, misalnya menjadi  dokter, fisioterapis, akuntan, konsultan hukum,dan sebagainya adalah  menjadi pekerja lepas. Seorang penjaja barang, penjual jasa, pedagang,  pemilik toko, warung, perantara dan orang-orang yang mengandalkan  keahliannya untuk mandiri serta bekerja untuk diri sendiri adalah  seorang pekerja lepas. Amankah keadaan finansial para pekerja lepas?&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-B8_tLFyzny0/Td3qixUrceI/AAAAAAAAAJI/2RHCG61PK88/s1600/tamak%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xvjMsbHshaE/Td3qdWGmYmI/AAAAAAAAAJA/6JkYVxt_k9g/s1600/profesional%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 85px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xvjMsbHshaE/Td3qdWGmYmI/AAAAAAAAAJA/6JkYVxt_k9g/s200/profesional%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610898500643873378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;Bekerja tidak membuat seseorang menjadi kaya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Bagi  kita yang tidak mau bekerja di kantor pemerintah, perusahaan swasta  atau bekerja pada seorang majikan, pilihannya adalah menjadi seorang  pekerja lepas &lt;em&gt;(self employed&lt;/em&gt;). Seorang pekerja lepas adalah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri atau menjadi &lt;em&gt;boss&lt;/em&gt;  bagi diri sendiri. Seorang profesional (dokter, fisioterafis,  pengacara, konsultan, dsb), pedagang, penjual barang, penjual jasa,  konsultan, perantara dan sebagainya adalah pekerja lepas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Kalau  kita ahli pada suatu bidang, misalnya ahli di bidang akuntansi,  biasanya kita akan diminta jasanya untuk menangani pekerjaan akuntansi  di suatu tempat di luar tempat kerjanya. Mungkin di waktu yang lain,  kita sendiri yang akan menawarkan jasa kepada pihak lain demi  mendapatkan penghasilan. Pada tahap ini, kita telah memposisikan dirinya  sebagai seorang pekerja lepas &lt;em&gt;(self employed&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Sebagai  seorang pekerja, kita juga dapat melakukan pekerjaan sambilan dengan  menjajakan sebuah barang atau menawarkan sebuah jasa di sela-sela  pekerjaan kita. Aktivitas seperti ini bisa jadi niatnya adalah untuk  mendapatkan penghasilan sebagai pekerja sekaligus sebagai pekerja lepas.  Mungkin saja setelah merasakan nikmatnya mendapat penghasilan dengan  menjajakan barang, menjual jasa, atau merasa sudah waktunya untuk  melepas kedudukannya sebagai pekerja dan kita akan sepenuhnya beralih  menjadi pekerja lepas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Seorang  pekerja lepas akan bekerja untuk diri sendiri dan biasanya berusaha  mendapatkan penghasilan dari seseorang, kantor pemerintahan atau   perusahaan yang mendatangkan penghasilan besar bagi dirinya. Dia  melakukan pekerjaan mandiri ataupun berhubungan dengan pihak lain adalah  dalam rangka menjual produk atau menjual sebuah jasa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Kita  bisa saja mempunyai niat menjadi pekerja lepas tanpa terlebih dahulu  melalui proses sebagai seorang pekerja. Untuk itu, biasanya kita akan  memilih program pendidikan yang lulusannya dapat bekerja secara mandiri,  seperti program studi kedokteran, fisioterapi,  ilmu hukum, ilmu  computer dan sebagainya. Dengan bekerja sebagai seorang profesional,  menjadi dokter, fisioterafis, konsultan hukum, ahli reparasi komputer,  dan sebagainya diharapkan dapat mencapai keamanan finansial.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Ada  juga orang yang sejak semula berniat menjadi pemilik usaha, namun apa  yang dilakukan sama dengan apa yang dilakukan pekerja lepas, yakni  menjajakan suatu barang atau menjual jasa kepada seseorang, kantor  pemerintahan atau perusahaan. Pada saat merintis usaha, kita mungkin  akan bekerja di perusahaan kita sendiri, menjadi pemilik usaha sekaligus  menjadi pekerjanya, namun perilakuknya tidak lebih seperti pekerja  lepas yang niatnya sekedar untuk mencapai keamanan finansial.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;Bekerja untuk uang menciptakan ketamakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Sebagai seorang pekerja lepas (&lt;em&gt;self employed&lt;/em&gt;),  kita juga sangat mengandalkan waktu dan tenaga untuk mendapatkan  penghasilan. Ada waktu maka ada penghasilan. Penghasilan yang diperoleh  sering berjumlah besar, tetapi tidak rutin bahkan kadang-kadang tidak  mendapatkan penghasilan dalam jangka waktu yang relatif lama. Dalam  kondisi seperti ini, maka seorang pekerja lepas sangat mengandalkan  perolehannya yang besar di waktu yang lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Ketika  usia sudah menanjak dan kemampuannya semakin menurun, penghasilan  seorang pekerja lepas pun semakin menurun pula. Ada usaha maka ada  penghasilan. Ketika berhenti bekerja, seorang pekerja lepas tidak akan  mendapatkan penghasilan lagi dan tidak menerima pensiun sebagaimana yang  diperoleh seorang pekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Seorang  pekerja lepas mungkin berusaha melakukan pekerjaannya sebaik-sebaiknya  untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya ketika mempunyai  kesempatan. Mereka tidak menyadari bahwa, seiring dengan meningkatnya  penghasilan yang diperoleh, biaya yang harus dikeluarkan untuk  mendapatkan penghasilan tersebut juga meningkat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Penghasilan  yang besar tidak membuat seseorang menjadi kaya, karena ketika  mendapatkannya masih dikenai berbagai pajak, demikian pula ketika uang  itu dibelanjakan. Ketika dibelanjakan uang kita masih mendapat  potongan-potongan lagi dalam bentuk pajak pembelian, bunga, denda dan  sebagainya. Ketika mendapat kenaikan penghasilan, harga-harga barang pun  sudah lebih dahulu merangkak naik dengan kenaikan yang melebihi tingkat  kenaikan penghasilan tersebut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Seorang  pekerja lepas yang sudah  meningkat penghasilannya dan mendapatkan  penghasilan yang besar biasanya akan berusaha memperbaiki keadaan dengan  memiliki rumah yang lebih besar atau kendaraan yang lebih mewah.  Tindakan ini bisa mengakibatkan keinginannya untuk memiliki uang semakin  meningkat, karena merasakan nikmatnya banyak memiliki uang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Orang  yang merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi tamak dan  menginginkan semakin banyak memiliki uang akan rela melakukan pekerjaan  apapun demi mendapatkan uang lebih banyak lagi. Dia rela bekerja lebih  keras dan semakin keras, bahkan bekerja dengan cara-cara yang semakin  tidak mengindahkan nilai-nilai kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-B8_tLFyzny0/Td3qixUrceI/AAAAAAAAAJI/2RHCG61PK88/s1600/tamak%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 121px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-B8_tLFyzny0/Td3qixUrceI/AAAAAAAAAJI/2RHCG61PK88/s200/tamak%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610898593850028514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-327809616168131068?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/327809616168131068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/keamanan-finansial-pekerja-lepas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/327809616168131068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/327809616168131068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/keamanan-finansial-pekerja-lepas.html' title='Keamanan finansial pekerja lepas'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xvjMsbHshaE/Td3qdWGmYmI/AAAAAAAAAJA/6JkYVxt_k9g/s72-c/profesional%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-7904216744477305195</id><published>2011-08-16T18:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:30:40.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keamanan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan pola pikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><title type='text'>Mengubah pola pikir</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bekerja untuk uang menjadikan seorang pekerja dan  pekerja lepas tergantung pada uang dan merasa ketakutan kekurangan uang.  Bekerja untuk uang membuat seseorang merasakan nikmatnya memiliki uang  dan menjadikan dirinya seorang yang tamak. Pola pikir pekerja dan  pekerja lepas yang bekerja untuk uang harus dirubah agar seorang pekerja  dan pekerja lepas tidak menjadi budak uang dan dapat menjadi tuan uang.&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CMtECitKDdI/Td3w4XT2g7I/AAAAAAAAAJo/ppd0U6SWzzY/s1600/kreasi.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nDxsuMVckIY/Td3wrAKBYwI/AAAAAAAAAJg/XM2CA6bE3Rs/s1600/mindset%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 145px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nDxsuMVckIY/Td3wrAKBYwI/AAAAAAAAAJg/XM2CA6bE3Rs/s200/mindset%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610905332340581122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang pekerja tidak mempunyai keamanan finansial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Seorang  pekerja tidak akan mendapatkan keamanan finansial sebagaimana yang  didambakannya. Penyebab utama seorang pekerja berada dalam keadaan  seperti itu adalah karena motivasi bekerjanya semata-mata demi uang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Seharusnya,  seorang pekerja harus mempunyai niat agar bekerja untuk belajar bukan  untuk mencari uang, karena setiap pekerja pasti akan menerima  penghasilan. Bekerja tidak akan membuat pekerja banyak uang, karena uang  yang diterima oleh pekerja sesuai dengan jasa yang diberikan oleh  tempatnya bekerja. Diantara mereka bahkan banyak yang menerima  pengahsilan kurang dari yang semestinya dan sedikit sekali yang menerima  penghasilan di atas ketentuan perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Bekerja  tidak membuat seseorang menjadi kaya, karena uang yang kita terima  dalam bentuk gaji dan tunjangan-tunjangan sudah dipotong dulu oleh  berbagai hal. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Potongan yang pasti dialami oleh  seorang pekerja adalah pajak penghasilan 15%. Potongan lainnya adalah  potongan dana pensiun, potongan premi asuransi kesehatan, potongan  iuran, potongan pinjaman, potongan karena mangkir kerja, dan entah  potongan-potongan apa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang bekerja untuk uang akan terus menerus dihantui ketakutan, takut  gajinya tidak cukup, takut gajinya berkurang, takut gajinya berhenti.  Ketakutan semacam ini menyebabkan seseorang terikat dengan uang, takut  tidak punya uang dan rela menjadi budak uang dan mau melakukan apa saja  demi uang bahkan kalau perlu mendapatkannya dengan cara-cara yang batil.  Orang yang mengaku tidak tertarik terhadap uang lebih buruk daripada  orang yang terikat uang, karena dalam kenyataannya harus bekerja keras  selama 8 jam sehari untuk mendapatkan uang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pekerja lepas tidak mempunyai keamanan finansial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang  pekerja lepas juga tidak akan mendapatkan keamanan finansial, karena  motivasinya dalam bekerja adalah demi uang. Menjadi profesional, penjaja  barang, penjual jasa atau menjadi pekerja lepas lainnya memungkinkan  kita dapat memperoleh penghasilan yang besar, namun ini pun tidak dapat  menjamin keamanan finansial bagi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang  pekerja lepas seringkali mendapatkan penghasilan yang besar, namun hal  ini tidak membuat dia menjadi kaya, karena ketika mendapatkan atau  membelajakannya, uang kita masih mendapat potongan-potongan dalam bentuk  pajak penghasilan, pajak pembelian, bunga, denda dan sebagainya. Ketika  mendapat kenaikan penghasilan, harga-harga barang pun sudah lebih  dahulu merangkak naik dengan kenaikan yang melebihi tingkat kenaikan  penghasilan tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penghasilan  besar tidak membuat seorang pekerja lepas menjadi kaya, karena seiring  dengan peningkatan penghasilannya akan semakin meningkat pula  pengeluarannya. Seorang pekerja lepas yang semakin meningkat penghasilan  akan menganggap wajar kalau ingin berbuat lebih baik, lebih nyaman,  kalau perlu menggunakan utang untuk memenuhinya. Kalau sudah terterjebak  utang, orang harus semakin bekerja keras, semakin terpacu mengejar uang  karena merasakan nikmatnya mempunyai banyak uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi tamak dan  menginginkan semakin banyak memiliki uang. Untuk mendapatkan uang lebih  banyak seseorang rela melakukan apa pun, rela bekerja lebih keras,  semakin keras bahkan dengan cara-cara yang semakin tidak mengindahkan  nilai-nilai kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang pekerja dan pekerja lepas harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengubah pola pikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kenyataan-kenyataan  di atas mengharuskan kita untuk mengubah pola pikir yang dimiliki oleh  kebanyakan para pekerja dan pekerja lepas. Kita jangan bekerja  semata-mata untuk untuk mendapatkan uang sehingga menjadi terikat  terhadap uang atau tamak akan uang, tetapi bekerjalah untuk belajar cara  menguasai uang. Belajar cara menguasai uang akan membebaskan kita dari  rasa takut dan tamak akan uang, tidak menjadi budak uang bahkan bisa  menjadi tuan atas uang yang dimilikinya. Pola pikir seperti itu bukan  saja membebaskan pekerja dan pekerja lepas dari ketakutan dan ketamakan  akan uang, tetapi bisa mencapai keamanan finansial sebagaimana yang  didambakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak  hal yang dapat dipelajari oleh seorang pekerja dan pekerja lepas dari  sebuah perusahaan agar bisa menguasai uang dan menjadi tuan uang atau  mewujudkan keamanan finansial. &lt;/span&gt;Bekerja adalah untuk belajar  dengan mempelajari cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan dan  orang-orang sukses dalam menghasilkan pemasukan, mengatur pengeluaran,  mengelola utang (liabilitas) dan membesarkan harta (aset) yang  dimilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Pembelajaran  tersebut bukan tidak mungkin akan mampu mengantarkan seorang pekerja  dan pekerja lepas mendapatkan kebebasan finansial (&lt;em&gt;financial freedom&lt;/em&gt;) dengan pendapatan yang berasal dari penghasilanpasif (&lt;em&gt;pasif income&lt;/em&gt;).  Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus  menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena uang yang  dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CMtECitKDdI/Td3w4XT2g7I/AAAAAAAAAJo/ppd0U6SWzzY/s1600/kreasi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CMtECitKDdI/Td3w4XT2g7I/AAAAAAAAAJo/ppd0U6SWzzY/s200/kreasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610905561894126514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-7904216744477305195?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/7904216744477305195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pola-pikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7904216744477305195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7904216744477305195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pola-pikir.html' title='Mengubah pola pikir'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nDxsuMVckIY/Td3wrAKBYwI/AAAAAAAAAJg/XM2CA6bE3Rs/s72-c/mindset%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-2241073848873293423</id><published>2011-08-15T17:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:31:36.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencapaian tujuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perumusan tujuan'/><title type='text'>Menetapkan tujuan yang smart</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan harus dirumuskan dengan  benar, karena akan memudahkan seseorang dalam mewujudkannya. Tujuan  harus dirumuskan dengan SMART sehingga memiliki indikator keberhasilan  yang jelas dan mudah disosialisasikan. Apakah yang dimaksud dengan  tujuan yang SMART?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1ecD37K3SgI/TeYhgojZL4I/AAAAAAAAAKc/fwx-83kjy_0/s1600/target%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 102px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1ecD37K3SgI/TeYhgojZL4I/AAAAAAAAAKc/fwx-83kjy_0/s200/target%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613210830089301890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;Tujuan finansial&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Ketika  seorang pekerja atau pekerja lepas sudah berhasil mengubah pola pikir  dalam bekerja, maka mantapkanlah niat bahwa bekerja bukan semata-mata  untuk mendapatkan uang namun bekerja adalah belajar cara menguasai uang.  Sebelum jauh melangkah, alangkah lebih bijaksananya kalau kita tetapkan  dulu tujuan kita ke depan, terutama tujuan finansial kita. Untuk  membuat tujuan finansial yang tepat, maka ingatlah konsep SMART yang  merupakan singkatan &lt;em&gt;specific, measurable, achieveable, realistic, timebound&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan finansial yang spesifik (&lt;em&gt;specific&lt;/em&gt;)  artinya kita harus menetapkan tujuan yang fokus, jelas dan dirumuskan  secara tertulis. Tujuan finansial yang specifik, misalnya begini : “Saya  ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000”. Kita  jangan hanya mengatakan,  ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif yang  besar” karena ini adalah tujuan finansial yang terlalu umum dan tidak  jelas. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus  menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena uang yang  dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Target finansial yang terukur (&lt;em&gt;measurable&lt;/em&gt;)  menyangkut kriteria keberhasilan dalam mencapainya, baik kuantitatif  atau kualitatif.  Tentukan kriteria keberhasilannya misalnya berapa  jumlah penghasilan pasif yang anda inginkan atau berapa lama penghasilan  tersebut akan diwujudkan. Tujuan finansial yang berbunyi, “Saya ingin  mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000” mempunyai  kriteria yang jelas karena menyangkut besaran rupiah. Tujuan tersebut  akan semakin mudah mengukurnya kalau ditambahkan dengan besaran waktu,  sehingga kalimatnya menjadi begini,  “Saya ingin mempunyai penghasilan  pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000 pada saat saya berumur 40 tahun”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan finansial tersebut dapat dicapai (&lt;em&gt;achieveable&lt;/em&gt;)  karena kita mempunyai keyakinan untuk mencapainya. Kita mempunyai  keyakinan dapat mencapai tujuan itu karena ada seseorang yang memiliki  kemampuan setara dengan kita atau bahkan pendidikan dan pengalaman orang  tersebut relatif lebih rendah dari kita telah mampu mencapainya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Target finansial yang realistis (&lt;em&gt;realistic&lt;/em&gt;)  artinya target tersebut bersifat moderat, tidak terlalu sulit tapi juga  tidak terlalu mudah bagi kita. Target yang terlalu sulit mustahil dapat  mewujudkannya, sedangkan target yang terlalu mudah membuat kita tidak  termotivasi untuk memperjuangkannya. Mendapatkan penghasilan pasif  sebesar Rp 500.000 pada saat berumur 40 tahun adalah terlalu mudah,  namun kalau ditetapkan sebesar Rp 500.000.000 juga tidak realistis  karena terlalu sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Target finansial juga perlu ditetapkan waktunya (&lt;em&gt;timebound&lt;/em&gt;).  Tujuan finansial yang berbunyi : “Saya ingin mempunyai penghasilan  pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000 pada saat saya berumur 40 tahun”  telah memenuhi persyaratan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;Indikator keberhasilan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan  yang dirumuskan dengan SMART dengan sendirinya akan menghasilkan sebuah  tujuan dengan  indikator keberhasilan yang jelas. Tujuan yang  dirumuskan dalam contoh tersebut di atas mempunyai indikator  keberhasilan dalam bentuk besaran uang dan besaran waktu. Artinya,  tujuan tersebut dapat dikatakan tercapai apabila berhasil mendapatkan  penghasilan pasif sebesar Rp 5.000.000 pada saat berumur 40 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan  di atas merupakan tujuan jangka panjang yang dapat dipersingkat dalam  jangka waktu yang lebih dekat, misalnya 15 tahun, 10 tahun, atau 5  tahun. Untuk tujuan jangka waktu 5 tahun yang akan datang rumusan  menjadi, ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp  1.000.000 dalam waktu 5 tahun”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Selain  merumuskan tujuan jangka panjang, perlu dibuat pula tujuan jangka  pendek untuk kurun waktu 1 tahun. Tujuan jangka pendek atau tujuan tahun  depan tersebut dapat dirumuskan, misalnya ”Saya ingin mempunyai  penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 500.000 setahun yang akan datang”  Untuk mereka yang memiliki utang, sebaiknya dibuatkan pula rumusan  tujuan yang menyangkut penyelesaian utang-utangnya, misalnya ”Saya ingin  mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 200.000 dan mengurangi  utang sebesar Rp 3.000.000 pada tahun yang akan datang”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan  yang dirumuskan dengan SMART dengan sendirinya akan menghasilkan sebuah  tujuan dengan  indikator keberhasilan yang jelas. Tujuan yang  dirumuskan dalam contoh tersebut di atas mempunyai indikator  keberhasilan dalam bentuk besaran uang dan besaran waktu. Tujuan jangka  pendek dapat dikatakan tercapai apabila berhasil mendapatkan penghasilan  pasif per bulan sebesar Rp 500.000 atau mendapatkan penghasilan pasif  per bulan sebesar Rp 200.000 dan mengurangi utang sebesar Rp 3.000.000  pada tahun yang akan datang..&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Tujuan  yang telah dirumuskan dengan SMART dan jelas indikator keberhasilannya  tidak serta merta dapat diwujudkan dengan mudah. Tujuan tersebut harus  disosialisasikan pada relasi dan orang-orang terdekat atau  disosialisasikan pada pihak-pihak yang terkait secara langsung atau tak  langsung dengan upaya pencapaian tujuan. Sosialisasi tersebut diperlukan  agar para pihak tersebut dapat memberikan dukungan atau bantuan guna  memperlancar pencapaian tujuan yang diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-2241073848873293423?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/2241073848873293423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menetapkan-tujuan-yang-smart.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/2241073848873293423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/2241073848873293423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menetapkan-tujuan-yang-smart.html' title='Menetapkan tujuan yang smart'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1ecD37K3SgI/TeYhgojZL4I/AAAAAAAAAKc/fwx-83kjy_0/s72-c/target%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-6683343997735167121</id><published>2011-08-14T16:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:32:15.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasukan uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dana cadangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan tambahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber penghasilan'/><title type='text'>Menggali sumber-sumber pemasukan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Langkah awal yang dapat dilakukan  oleh seorang pekerja dan pekerja lepas dalam mencapai tujuan jangka  pendek, menengah dan tujuan jangka panjang adalah menghasilkan  pemasukan, terutama menggali sumber-sumber pemasukan. Bekerja adalah  bukan untuk uang tetapi belajar dari perusahaan dalam menghasilkan uang  atau mendapatkan pemasukan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JO5AqxnEZXc/TeYcM81uWEI/AAAAAAAAAJ8/pNIiVZmQuSU/s1600/pemasukan%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 139px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JO5AqxnEZXc/TeYcM81uWEI/AAAAAAAAAJ8/pNIiVZmQuSU/s200/pemasukan%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613204994379372610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Belajar cara mendapatkan pemasukan dari sebuah perusahaan&lt;/strong&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kegiatan  perusahaan dalam menghasilkan pemasukan mengajarkan pada pekerja bahwa  pihak yang paling banyak menikmati pemasukan adalah pihak perusahaan  atau pemilik perusahaan. Seorang pekerja hanya mendapatkan uang yang  sangat sedikit dalam bentuk gaji dan kompensasi dari perusahaan. Gaji  dan kompensasi yang diperoleh seorang pekerja sudah disesuaikan dengan  jasa yang diberikan, tidak akan lebih dari itu. Seorang pekerja lepas  juga hanya menerima komisi sesuai jasa yang diberikan pada seseorang  atau sebuah perusahaan yang menerima jasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang  yang sukses secara finansial tidak bekerja untuk uang, tetapi belajar  cara yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan uang.  Dalam  mendapatkan penghasilan, perusahaan menerima pemasukan dari kegiatan  operasional, pembiayaan dan investasi. Pemasukan tersebut berasal dari  penjualan barang  atau jasa, piutang, surat berharga,  penjualan aktiva  tetap, dan sebagainya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah perusahaan mendapatkan  pemasukan bukan hanya dari keuntungan usaha atau laba penjualan  barang/jasa saja, melainkan dari sumber-sumber pendapatan yang lain.  Pendapatan yang dimaksud misalnya pendapatan bunga pinjaman, denda  pinjaman, bunga obligasi, dividen saham, equity surat berharga, laba  penjualan aktiva tetap, dan sebagainya. Kita  hendaknya belajar dari  perusahaan dan jangan hanya mengandalkan pemasukan dalam bentuk gaji  atau komisi saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mempunyai sumber pemasukan tambahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang  pekerja dan pekerja lepas pada umumnya hanya mempunyai 1 pos pemasukan,  terutama pemasukan dari gaji yang diterima dari perusahaan atau komisi  yang diberikan oleh pengguna jasanya. Pemasukan tersebut biasanya  diperlukan untuk memenuhi sekitar 20 pos pengeluaran, sehingga  kemungkinan tidak semua pos pengeluaran dapat terbayar. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan kata lain, rasio pemasukan dan pengeluaran kita pada umumnya adalah 1 : 20.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh  karena itu, kita perlu mempunyai sumber penghasilan tambahan yang dapat  mengubah rasio pemasukan dan pengeluaran, misalnya menjadi 10 : 20.   Upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan memperbanyak sumber-sumber  pemasukan di luar gaji dan komisi dalam bentuk penghasilan tambahan,  terutama penghasilan yang bersifat pasif (&lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;). Penghasilan pasif adalah penghasilan atau pemasukan yang diperoleh secara terus menerus dan rutin tanpa harus bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sumber-sumber  penghasilan yang bersifat pasif dapat diperoleh dari bunga tabungan  atau deposito,  bunga obligasi, dividen saham, equity surat berharga,  laba penjualan emas simpanan, selisih tukar simpanan valuta asing dan  sebagainya. Penghasilan pasif juga dapat diperoleh dari uang sewa yang  didapat dari barang-barang yang dimiliki, misalnya menyewakan rumah,  kamar, tanah, mobil, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga dan  sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sebuah  perusahaan menciptakan barang atau jasa untuk mendapatkan laba, kita  pun dapat melakukan hal yang sama. Kita dapat menciptakan sebuah barang  atau alat yang mendatangkan penghasilan secara pasif dalam bentuk sewa,  royalti, dan sebagainya. Pendapatan pasif juga dapat diperoleh dari  keuntungan bisnis yang diperoleh dalam kerja sama bisnis dengan  seseorang yang terpercaya, atau keuntungan bisnis yang berasal dari  usaha yang dijalankan oleh teman, sahabat atau keluarga yang terpercaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gemar menghimpun dana cadangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Untuk  memperbesar sumber-sumber pemasukan, terlebih dahulu kita harus  membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai dana  tabungan. Dana tabungan diambil sesaat setelah memperoleh pemasukan dan  jangan menunda setelah penghasilan tersebut digunakan untuk berbagai  pengeluaran. Menunda menyisihkan sebagian penghasilan berarti  menghilangkan peluang untuk mendapatkan dana tabungan karena biasanya  tidak akan bersisa. Dana tabungan tersebut disimpan dalam rekening  tersendiri dan jangan disatukan dengan rekening yang digunakan untuk  pengeluaran sehari-hari agar jelas pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jumlah  penghasilan yang disisihkan setiap bulan tergantung tujuan yang akan  diwujudkan. Kalau tujuan jangka pendeknya adalah mendapatkan dana  cadangan sebesar 6 juta dalam waktu 1 tahun, maka setiap bulan kita  harus menyisihkan penghasilan dimuka sebesar Rp 500.000,- selama 12  bulan. Kalau tujuan jangka panjangnya mendapatkan uang muka sebesar 30  juta untuk membeli sebuah rumah sewa, maka setiap bulan selama 5 tahun  kita harus menyisihkan penghasilan sebesar Rp 500.000,-&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum  dana tabungan diolah untuk mendapatkan sumber-sumber pemasukan  tambahan, sebaiknya dana tabungan yang terkumpul diperuntukan sebagai  dana cadangan. Jumlah dana cadangan yang kita imiliki disesuaikan dengan  jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengeluaran beberapa bulan, misalnya  selama 6 - 12 bulan. Rentang waktu 6 – 12 bulan merupakan jangka waktu  yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan kembali setelah berhenti  dari suatu pekerjaan dan mendapatkan pemasukan kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Seseorang  yang mempunyai pengeluaran 1 juta per bulan hendaknya memiliki dana  cadangan sebesar 6 – 12 juta dalam rekening tabungannya. Dana cadangan  tersebut disimpan dalam bentuk kas di bank sehingga dapat digunakan  sewaktu-waktu membutuhkannya. Dana cadangan diperlukan sebagai proteksi  terhadap segala kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terhentinya  pemasukan akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau tempat  kerjanya mengalami kebangkrutan, menghadapi berkurangnya komisi akibat  makin menurunnya order, dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-6683343997735167121?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/6683343997735167121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menggali-sumber-sumber-pemasukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/6683343997735167121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/6683343997735167121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menggali-sumber-sumber-pemasukan.html' title='Menggali sumber-sumber pemasukan'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JO5AqxnEZXc/TeYcM81uWEI/AAAAAAAAAJ8/pNIiVZmQuSU/s72-c/pemasukan%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-1256090518385816153</id><published>2011-08-13T15:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:32:47.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyisihkan penghasilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggandakan penghasilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proteksi penghasilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menabung'/><title type='text'>Menggandakan sumber-sumber penghasilan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang pekerja dan pekerja lepas telah belajar tentang cara-cara yang dilakukan perusahaan dalam mendapatkan penghasilan. &lt;/span&gt;Pembelajaran  tersebut dipergunakan untuk menggali sumber-sumber penghasilan tambahan  dengan cara menyisihkan sebagian penghasilan sebagai dana tabungan dan  dana cadangan. Dana yang terkumpul untuk selanjutnya perlu diolah guna  memperbesar sumber-sumber penghasilan tambahan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1jvq8xm6TD8/TeYdYLRWuYI/AAAAAAAAAKE/olcF8vMCifk/s1600/penghasilan%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1jvq8xm6TD8/TeYdYLRWuYI/AAAAAAAAAKE/olcF8vMCifk/s200/penghasilan%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613206286743550338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menambah sumber penghasilan pasif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebiasaan  menyisihkan sebagian penghasilan yang diperoleh dari hasil bekerja  diarahkan untuk menghasilkan dana cadangan. Setelah dana cadangan  tercukupi, kebiasaan tersebut hendaknya jangan kita hentikan, bahkan  harus dilanjutkan dan diarahkan untuk menghasilkan dana tabungan.  Menghimpun dana tabungan merupakan langkah awal untuk memperbesar  penghasilan tambahan yang ingin dimiliki.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk  mempercepat perolehan dana tabungan, penghasilan yang didapat setiap  bulan diolah berdasarkan formula tertentu, misalnya formula 1234 atau 10  : 20 : 30 : 40. Formula tersebut dapat diartikan sebagai proporsi  penggunaan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sebesar 10% dalam bentuk  infaq atau sedekah, 20% untuk dana tabungan, 30% sebagai dana  pengembangan dan 40% untuk biaya hidup rutin. Formula tersebut dapat  disesuaikan dengan kondisi masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Formula 1234  atau 10 : 20 : 30 : 40 mengindikasikan adanya dana tabungan sebesar 20%  dari penghasilan ditambah 30% dana pengembangan. Uang sebesar 20%  sebaiknya langsung dimasukan dalam rekening tabungan, sedangkan dana  pengembangan 30% diolah untuk mendapatkan sumber-sumber penghasilan  tambahan, misalnya membeli valuta asing, koin emas, saham, obligasi,  deposito dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasil pengelolaan dana  pengembangan akan menghasilkan bunga, dividen, equity, laba dan  sebagainya. Bunga biasanya didapat dari tabungan, deposito atau  obligasi. Dividen dan equity biasanya diperoleh dari saham atau surat  berharga. Laba diperoleh dari penjualan emas atau valuta asing. Hasil  perolehan dana pengembangan tersebut akan mempercepat perolehan dana  tabungan yang besar sehingga dapat dipergunakan untuk mendapatkan  harta-harta yang bersifat  produktif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebiasaan  menyisihkan sebagian penghasilan dari bekerja harus terus kita lakukan  kendati target dana cadangan sudah terlampaui, bahkan ketika kita sudah  memiliki banyak uang tabungan. Prinsipnya, semakin besar jumlah dana  tabungan yang kita miliki akan semakin besar pula kesempatan kita  memperoleh sumber-sumber penghasilan tambahan dalam bentuk harta-harta  produktif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Harta produktif dapat dipergunakan untuk mendapatkan penghasilan pasif (&lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;)  dalam bentuk produk investasi, harta yang disewakan, barang ciptaan  atau bisnis. Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan  dalam jumlah tertentu secara rutin dan teratur (misalnya setiap bulan)  atau harta yang menghasilkan keuntungan ketika dijual kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebiasaan  memiliki produk investasi seperti deposito, obligasi, surat berharga,  koin emas atau valuta asing yang semula ditujukan untuk menghasilkan  dana tabungan dapat kita arahkan untuk mendapatkan penghasilan pasif.  Dana yang terkumpul dari bunga deposito dan obligasi, dividen saham,  equity surat berharga, laba penjualan emas simpanan dan valuta asing  ditambah dengan dana tabungan 20% dan dana pengembangan 30% dibelikan  produk investasi yang lebih banyak dan lebih besar sehingga asetnya  menjadi banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain produk investasi, dana tabungan  dan dana pengembangan dapat kita gunakan untuk membeli barang-barang  atau alat-alat yang dapat disewakan, seperti rumah, tanah, mobil,  peralatan elektronik, peralatan rumah tangga dan sebagainya. Kepemilikan  barang-barang atau alat-alat yang akan disewakan dapat dilakukan secara  kontan atau kredit, tergantung dari daya beli kita. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk  membeli barang-barang atau alat-alat secara kredit harus dipertimbangkan  perbandingan besar angsuran dan uang sewa yang didapat. Uang sewa yang  didapat dari barang-barang yang dibeli secara kredit harus lebih besar  dibandingkan dengan jumlah angsuran, sehingga menghasilkan uang masuk  untuk biaya operasional barang-barang atau alat-alat tersebut dan  sebagian menjadi tambahan aset.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penghasilan pasif   juga dapat diperoleh dengan menciptakan suatu barang atau alat yang  menghasilkan sewa atau royalti. Barang-barang dan alat-alat ciptaan lain  dapat dibuat sesuai dengan keahlian masing-masing. Menulis buku  misalnya, merupakan barang ciptaan yang mendatangkan royalti, disamping  mendapatkan honor bagi penulisnya. Membuat alat permainan (games) bisa  mendapatkan uang sewa atau jika dipatenkan kemudian digunakan oleh pihak  lain bisa mendapatkan royalti. Ini sekedar contoh barang-barang dan  alat-alat ciptaan yang mendatang penghasilan pasif yang dapat menambah  aset bagi penciptanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penghasilan pasif lainnya dapat  diperoleh melalui jalur bisnis atau tepatnya menjadi pemilik usaha.  Bisnis yang mendatangkan penghasilan pasif adalah bisnis yang dijalankan  oleh orang lain atau pihak lain yang terpercaya. Pihak-pihak yang  dimaksud, misalnya suami atau isteri kita, orang tua atau mertua  kitakakak, adik atau saudara kita, sahabat atau teman dekat kita.  Menjadi pemilik usaha akan mendapatkan penghasilan pasif yang tidak  mengganggu waktu kerjanya dan tidak harus meninggalkan pekerjaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kegemaran  untuk menambah sumber-sumber pemasukan akan menjadikan diri kita  menjadi orang yang kaya. Kaya adalah kemampuan aset yang dihasilkan  seseorang untuk memenuhi seluruh pengeluarannya. Kaya tidak sekedar  menyangkut jumlah uang yang dimilikinya, namun lebih kepada kemampuan  uang tersebut dalam memenuhi seluruh pengeluaran yang dibutuhkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memberikan proteksi terhadap penghasilannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk  menjamin pemasukannya tetap mengalir ke kolom aset, kita harus  mempunyai proteksi dalam bentuk asuransi. Asuransi jiwa dimiliki untuk  menjamin agar penghasilan kita tetap mengalir ke kolom aset kendati kita  sudah meninggal. Asuransi kesehatan menjamin pemasukan kita tidak  digunakan untuk pengeluaran rawat jalan ataupun rawat inap ketika sakit  kardena ada tanggungan dari pihak asuransi. Asuransi kerugian menjamin  harta benda dari kerugian akibat terjadinya kecelakaan, tabrakan, atau  kebakaran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain melakukan  proteksi dalam bentuk asuransi, proteksi juga dapat dilakukan dengan  melakukan berbagai investasi. Investasi dapat dilakukan dalam bentuk  deposito, obligasi, reksadana, koin emas, dan sebagainya. Investasi  tersebut dapat menambah sumber-sumber pemasukan dalam bentuk bunga,  dividen, gain, laba dan keuntungan lainnya, sehingga rasio pemasukan  dengan pengeluaran menjadi 10 : 20 atau bahkan dapat lebih baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-1256090518385816153?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/1256090518385816153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menggandakan-sumber-sumber-penghasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1256090518385816153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1256090518385816153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/menggandakan-sumber-sumber-penghasilan.html' title='Menggandakan sumber-sumber penghasilan'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1jvq8xm6TD8/TeYdYLRWuYI/AAAAAAAAAKE/olcF8vMCifk/s72-c/penghasilan%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-2430215175718500525</id><published>2011-08-12T14:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:33:24.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efisiensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menghemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghematan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengeluaran keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengeluaran uang'/><title type='text'>Mengubah pengeluaran menjadi pemasukan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendapatkan  pemasukan tidak mudah, namun menentukan pengeluaran yang tepat juga  tidak mudah, bahkan lebih sulit daripada mendapatkan pemasukan.  Aktivitas perusahan dalam mengatur pengeluaran memberi banyak pelajaran  kepada pekerja dan pekerja lepas yang memberi inspirasi untuk mengubah  pengeluaran menjadi pemasukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendapatkan  pemasukan tidak mudah, namun menentukan pengeluaran yang tepat juga  tidak mudah, bahkan lebih sulit daripada mendapatkan pemasukan.  Aktivitas perusahan dalam mengatur pengeluaran memberi banyak pelajaran  kepada pekerja dan pekerja lepas yang memberi inspirasi untuk mengubah  pengeluaran menjadi pemasukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_tc0oizXjLU/TeYeAzNyJHI/AAAAAAAAAKM/E65xDlNwzhI/s1600/pengeluaran%2Bmulyo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 151px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_tc0oizXjLU/TeYeAzNyJHI/AAAAAAAAAKM/E65xDlNwzhI/s200/pengeluaran%2Bmulyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613206984660755570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mempelajari pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seorang  pekerja dan pekerja lepas dapat mempelajari aktivitas yang dilakukan  oleh perusahaan dalam mengatur pengeluarannya.  Sebuah perusahaan pada  umumnya memiliki pengeluaran dalam bentuk pembayaran-pembayaran,  diantaranya pembayaran kompensasi untuk karyawannya, pembelian bahan  untuk produksi, menyetor pajak, melunasi bunga atau denda pinjaman, dan  sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kegiatan  perusahaan dalam mengatur pengeluaran mengajarkan pada pekerja dan  pekerja lepas bahwa pihak yang paling banyak menikmati pengeluaran  adalah pihak penjual, pemerintah dan bank. Pekerja dan pekerja lepas  hanya sedikit saja mendapatkan bagian pengeluaran dalam bentuk  kompensasi seperti gaji, honor, atau uang lembur yang jumlahnya pun  sudah tidak utuh lagi karena berbagai potongan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Para  penjual barang atau jasa dan pemerintah adalah pihak yang banyak  menikmati pengeluaran perusahaan. Para penjual atau pemasok menikmati  keuntungan dari harga barang-barang, bahan atau alat yang dibeli oleh  perusahaan. Pihak pemerintah mendapatkan pajak atas pembelian  barang-barang, bahan atau alat yang dipasok para penjual atau dibeli  oleh perusahaan. Pemerintah juga mendapatkan pajak dari pembayaran gaji,  honor dan uang lembur yang dibayarkan perusahaan kepada karyawannya,  disamping pajak-pajak lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika  perusahaan mempunyai utang untuk modal atau membiayai usahanya, pihak  yang paling banyak menikmati pengeluaran adalah bank dan lembaga  keuangan lainnya. Bank mendapatkan pemasukan berupa uang administrasi,  komisi dan provisi atas pinjaman yang diberikannya terhadap perusahaan.  Pada waktu perusahaan mengembalikan pinjamannya, bank bukan hanya  menerima uang angsuran pinjaman, tapi menerima juga berbagai bunga dan  denda apabila ada keterlambatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kejadian-kejadian  di atas memberikan inspirasi kepada kita untuk mendapatkan keuntungan  dari pengeluaran perusahaan, seperti yang dinikmati oleh para penjual,  pemerintah dan bank. Aktivitas untuk itu dapat dilakukan di dalam  lingkungan perusahaan atau di luar lingkungan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang  pekerja pasti mengetahui barang-barang, bahan atau alat apa saja yang  diperlukan perusahaannya, demikian pula pekerja lepas yang sering  berhubungan dengan suatu perusahaan. Kalau situasi dan kondisi  memungkinkan, kita dapat berperan sebagai penjual atau pemasok  barang-barang, bahan atau alat yang diperlukan dan akan mendapatkan laba  dalam aktivitas ini sebagaimana laba yang diperoleh oleh seorang  penjual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Melakukan efisiensi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita  dapat pula bertindak sebagai penjual atau pemasok barang-barang, bahan  atau alat terhadap perusahaan orang lain. Supaya aktivitas ini tidak  mengganggu pekerjaan utama kita sebagai pekerja dan pekerja lepas, maka  perlu dipikirkan cara yang tepat, misalnya mempekerjakan keluarga,  kerabat atau orang lain sebagai pelaksananya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perusahaan  membayar biaya administrasi, komisi, provisi, bunga dan denda atas  utang-utangnya terhadap bank atau lembaga keuangan lainnya. Kita  dapat  menggunakan pengetahuan ini dalam mengelola pembayaran utang-utang kita,  misalnya dalam menentukan bagaimana menjadi kreditur (pemberi pinjaman)  yang benar atau bagaimana menjadi debitur (peminjam) yang tepat, untuk  keperluan apa meminjam sejumlah uang,  memilih siapa yang akan kita  mintai utang, berapa jumlahnya, bagaimana cara membayarnya, dan  sebagainya. Pengetahuan  tersebut menjadikan pengeluaran-pengeluaran  yang kita lakukan telah mempertimbangkan prinsip efisiensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Efisiensi  adalah perbandingan penggunaan sumber daya yang digunakan secara aktual  dengan sumber daya yang direncanakan dalam mencapai hasil yang sama.  Efisiensi terjadi bila sumber daya yang digunakan lebih kecil  dibandingkan dengan sumber daya yang direncanakan dengan hasil yang  sama, misalnya mendapatkan hasil yang sama besar dengan tenaga, waktu  dan biaya yang lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Melakukan penghematan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah  perusahaan dalam membiayai sesuatu menggunakan prinsip efisiensi, maka  kita  pun harus melakukan hal yang sama. Melakukan efisiensi adalah  melakukan penghematan atas tenaga, waktu dan biaya yang dibutuhkan.  Melakukan penghematan dapat dilakukan dengan mencari alternatif  penggunaan tenaga yang lebih kecil, waktu yang lebih pendek dan biaya  yang lebih murah. Menghemat berarti mendapatkan sesuatu dengan tenaga  yang lebih ringan namun hasilnya sama, mengerjakan sesuatu lebih cepat  dan hasilnya juga sama, serta mengeluarkan biaya yang lebih murah, namun  kualitas hasilnya relatif sama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Penghematan  tidak berhubungan dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya dan tidak  sama pula dengan penderitaan. Pengeluaran yang besar dengan hasil yang  lebih baik dibandingkan dengan pengeluaran lain yang besarnya relatif  sama juga merupakan bentuk penghematan. Untuk pergi ke suatu tempat  dengan cepat kita dapat menggunakan angkot atau sepeda motor dan tidak  perlu menggunakan taksi, karena waktu tempuh keduanya yang relatif sama  namun ongkosnya berbeda. Untuk menghemat tidak perlu memaksakan diri  berjalan kaki ke tempat tersebut dan menderita pegal-pegal di sekujur  tubuh kendati untuk itu kita tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Ini  bukanlah menghemat, tapi menyiksa diri namanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-2430215175718500525?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/2430215175718500525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pengeluaran-menjadi-pemasukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/2430215175718500525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/2430215175718500525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pengeluaran-menjadi-pemasukan.html' title='Mengubah pengeluaran menjadi pemasukan'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_tc0oizXjLU/TeYeAzNyJHI/AAAAAAAAAKM/E65xDlNwzhI/s72-c/pengeluaran%2Bmulyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-7387717713577225346</id><published>2011-08-11T11:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:33:56.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prioritas pembayaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prioritas pengeluaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menurunkan pengeluaran'/><title type='text'>Mengubah pengeluaran menjadi aset</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;Membayar diri sendiri,  memprioritaskan pos pengeluaran yang lebih sedikit, mengutamakan  kebutuhan dan mengantisipasi pengeluaran yang akan datang harus  dilakukan seorang pekerja dan pekerja lepas. Tindakan tersebut dapat  mengubah pengeluaran menjadi aset.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zlqWN7e6E8I/TeYebjlXdyI/AAAAAAAAAKU/U2Nyg7VmLkY/s1600/pengeluaran%2Bmulyo%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zlqWN7e6E8I/TeYebjlXdyI/AAAAAAAAAKU/U2Nyg7VmLkY/s200/pengeluaran%2Bmulyo%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613207444321171234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membayar diri sendiri sebelum membayar yang lain&lt;/strong&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk  mengubah pengeluaran menjadi aset, kita harus membayar diri sendiri  terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran untuk memenuhi kebutuhan  apapun. Membayar diri sendiri adalah menyisihkan sebagian penghasilan  kita secara rutin dalam jumlah tertentu sebelum uang yang diperoleh kita  pergunakan untuk membayar berbagai keperluan. Membayar diri sendiri  dapat mengubah pengeluaran menjadi aset.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Membayar diri  sendiri sama artinya dengan mengambil sebagian penghasilan yang kita  peroleh dan dimasukkan dalam rekening tabungan. Tindakan ini akan  memberikan jaminan kepada kita sebagai pemilik uang untuk menikmati  hasil jerih payah kita dalam bentuk dana tabungan, sebelum  penghasilannya tersebut dinikmati oleh pihak lain.  &lt;span style="" lang="IT"&gt;Membayar  diri sendiri harus jadi prioritas dan dilakukan di awal. Bila dilakukan  belakangan atau di akhir bisa jadi tidak ada yang tersisa lagi yang  digunakan untuk membayar diri sendiri tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Memprioritaskan pengeluaran yang lebih sedikit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pos  pengeluaran yang harus dibayarkan untuk biaya hidup pada umumnya lebih  banyak dibandingkan dengan pos pengeluaran untuk membayar utang.  Memprioritaskan pos pengeluaran yang lebih sedikit, misalnya membayar  utang. Utang harus diprioritaskan pembayarannya agar semua pos  pengeluaran dapat terbayar lunas. Memprioritaskan pengeluaran yang lebih  sedikit dapat mengubah pemasukan menjadi aset.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Membayar  utang harus diprioritaskan daripada membayar biaya hidup, karena jumlah  pos utang biasanya lebih sedikit daripada pos biaya hidup. Jumlah pos  pengeluaran untuk membayar utang hanya berkisar 1 – 5 pos saja,  sedangkan jumlah pos pengeluaran untuk membayar biaya hidup bisa  mencapai puluhan. Pengeluaran biaya hidup kita pun dapat dihemat dan  dapat pula dipenuhi dengan menggeser pemenuhannya dengan alternatif  lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mengutamakan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dalam  setiap pengeluaran uang, kita harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan  daripada mengejar keinganan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus  dipenuhi atau suatu hal yang harus diprioritaskan dan kalau tidak  dipenuhi akan kekurangan, sedangkan keinginan menunjukan sesuatu yang  melebihi keharusan atau sesuatu yang dilakukan setelah kebutuhan  terpenuhi. Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan dapat mengubah  pengeluaran menjadi aset.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Untuk  membeli rumah misalnya, belilah rumah tinggal yang sesuai kebutuhan dan  jangan membeli rumah berdasarkan keinginan semata atau diatas kemampuan  kita. Membeli rumah baru yang lebih besar, mewah dan sesuai keinginan  kita untuk mengganti rumah lama kita namun dibeli dengan harga diatas  kemampuan akan menciptakan utang. Membeli rumah baru, rumah kedua,  ketiga dan seterusnya kita lakukan untuk menambah pemasukan dan  memperbesar aset dengan jalan menyewakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Membeli  rumah mewah atau barang-barang mewah lainnya harus menjadi prioritas  terakhir dan bukan prioritas pertama walaupun sudah memiliki banyak  uang. Contohlah orang-orang kaya yang berusaha memiliki barang-barang  mewah setelah benar-benar menjadi kaya. Kaya artinya aset yang  dimilikinya jauh melebihi jumlah pengeluaran yang dibutuhkannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semakin besar aset yang dimiliki dibanding dengan pengeluarannya dapat dikatakan semakin kaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengantisipasi kebutuhan yang akan datang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia   tidak hanya memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk saat ini saja, namun  menyangkut kebutuhan di masa yang akan datang. Mengantisipasi  pengeluaran yang akan datang harus kita lakukan semenjak saat ini,  karena pengeluaran itu pasti dibutuhkan dan hanya masalah waktu kapan  hal itu benar-benar diperlukan. &lt;/span&gt;Mengantisipasi pengeluaran yang akan datang dapat mengubah pengeluaran menjadi aset.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memenuhi  pos pengeluaran yang akan datang perlu kita lakukan walaupun  pengeluarannya masih lama, misalnya 10 tahun lagi, sehingga kita lebih  ringan dalam mewujudkannya dan lebih siap ketika hal tersebut  dibutuhkan.  Pos pengeluaran yang akan datang, misalnya biaya hidup saat  kita pensiun kelak, biaya perawatan kesehatan ketika kita menderita  sakit, menyekolahkan anak ke perguruan tinggi setelah anak kita lulus  SMTA, melakukan perjalanan wisata atau ibadah di hari tua, dan  sebagainya..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengantisipasi pos pengeluaran yang akan  datang dapat dilakukan dengan membeli dana pensiun yang akan dinikmati  hasilnya ketika kita sudah tidak bekerja lagi. Dana pensiun yang dipilih  adalah dana pensiun yang sudah terkenal reputasinya yang baik, sehingga  terhindar dari resiko kerugian yang tidak perlu. Untuk keperluan  pendidikan perlu membeli asuransi pendidikan, tabungan pendidikan  berasuransi atau asuransi jiwa untuk pendidikan anak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kita  bisa juga mulai merintis bisnis sedari sekarang dengan melakukan kerja  sama dengan mitra yang dapat dipercaya. Kerja sama yang dapat dilakukan,  umpamanya menitipkan modal kepada orang lain yang terpercaya, membuka  usaha namun yang mengelola anggota keluarga atau sahabat yang dapat  dipercaya, dan sebagainya. Membeli properti berupa tanah, rumah, atau  mobil untuk disewakan juga merupakan antisipasi terhadap pengeluaran  yang akan datang ketika sudah tidak bekerja dan mendapatkan penghasilan  lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-7387717713577225346?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/7387717713577225346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pengeluaran-menjadi-aset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7387717713577225346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7387717713577225346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-pengeluaran-menjadi-aset.html' title='Mengubah pengeluaran menjadi aset'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zlqWN7e6E8I/TeYebjlXdyI/AAAAAAAAAKU/U2Nyg7VmLkY/s72-c/pengeluaran%2Bmulyo%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-1759392088538113751</id><published>2011-08-10T10:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:34:33.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pinjam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencari utang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Credit card'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meminjam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartu kredit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Utang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pinjaman'/><title type='text'>Mengubah utang menjadi aset</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang bukanlah sesuatu yang buruk bila dilak&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ukan dengan cara yang tepat. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang adalah sesuatu yang buruk jika tidak mengetahui p&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;erbedaan  utang baik dengan utang buruk, tidak mampu mengatasi utang buruk dan  tidak dapat membedakan liabilitas dengan aset. Kemampuan mengatasi utang  buruk dan memahami perbedaan-perbedaan tersebut dapat mengubah utang  menjadi aset.&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-o1orMaUdUnQ/TfILwTkZ4mI/AAAAAAAAAK4/9C01nPOEI3g/s1600/19%2B-%2Butang%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 175px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-o1orMaUdUnQ/TfILwTkZ4mI/AAAAAAAAAK4/9C01nPOEI3g/s200/19%2B-%2Butang%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616564609799021154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memahami perbedaan utang baik dengan utang buruk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang peminjam (debitur) yang baik adalah debitur yang mengetahui perbedaan utang baik (&lt;i style=""&gt;good debt&lt;/i&gt;) dengan utang buruk (&lt;i style=""&gt;bad debt&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Utang baik adalah utang yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjangkau  angsurannya dan angsurannya dibayarkan oleh orang lain, sedangkan utang  buruk adalah utang yang tidak terjangkau angsurannya dan dibayar dari  aset pemiliknya. Utang baik dipergunakan untuk keperluan produktif yang  mendatangkan penghasilan, sedangkan utang buruk adalah utang yang  dipergunakan untuk keperluan konsumtif yang tidak mendatangkan  penghasilan atau pemasukan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  baik adalah utang yang terjangkau angsurannya karena besar angsurannya  hanya sepersekian dari penghasilan kita atau biasanya kurang dari  sepertiga penghasilan kita. Ketepatan dalam menentukan besar angsuran  akan menentukan kelancaran dalam membayar atau melunasi pinjaman. Pihak  pemberi pinjaman (kreditur) biasanya akan meminta informasi penghasilan  yang dimiliki calon debitur yang mengajukan permohonan pinjaman agar  bisa menentukan jumlah angsuran yang tepat. Penentuan besar angsuran  pinjaman yang tepat tidak akan mengganggu aset yang kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  buruk adalah utang yang tidak terjangkau angsurannya karena besar  angsurannya jauh diatas kemampuan membayar kita. Jumlah angsuran yang  terlampau besar atau di atas kemampuan membayar akan menyulitkan kita  dalam memenuhi kewajiban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada kreditur.  Hambatan dalam membayar angsuran pembayaran pinjaman berpotensi menjadi  kredit macet yang berakibat pada penyitaan barang yang kita miliki.  Utang buruk mengakibatkan berkurangnya aset yang kita miliki karena  sebagian dipergunakan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran utang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  baik adalah utang yang angsurannya dibayarkan oleh orang lain atau  angsurannya dibayarkan dari penghasilan yang diperoleh uang pinjaman  tersebut. Utang untuk membeli rumah yang difungsikan sebagai rumah  kontrakan akan mendatangkan uang sewa dan sewanya dapat dipergunakan  untuk membayar angsuran pinjaman kepada kreditur. Utang untuk membeli  mobil rental akan menghasilkan uang sewa yang dapat dipakai untuk  membayar angsuran pinjaman kepada kreditur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua  contoh tersebut menggambarkan bahwa utang kita bukan dibayar oleh aset  kita, tetapi dibayar oleh orang lain yang menyewa rumah atau mobil kita.  Untuk menjamin utang tersebut dibayar oleh orang lain dan mendatangkan  aset, maka rumah atau mobil kita harus menghasilkan pemasukan melebihi  jumlah angsuran kepada kreditur. Besar uang sewa harus mempunyai selisih  yang cukup besar agar dapat dipergunakan untuk membayar angsuran,  membiayai pemeliharaan dan sebagian menjadi aset.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  buruk adalah utang yang angsurannya dibayar dari aset milik kita, dari  penghasilan kita atau ada juga yang membayar angsuran utang dengan uang  pinjaman dari kreditur yang lain alias gali lubang tutup lubang. Utang  yang demikian itu tidak akan menambah aset kita, bahkan justru akan  mengurangi aset yang sudah kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengatasi utang buruk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  baik adalah utang yang dilakukan untuk keperluan produktif, misalnya  membeli barang-barang produktif seperti rumah dan tanah untuk  dikontrakan, mobil atau sepeda motor untuk disewakan, alat elektronik  atau alat elektronik atau alat rumah tangga untuk usaha rental dan  sebagainya. Barang-barang produktif tersebut akan mendatangkan  penghasilan dalam bentuk uang sewa. Semakin banyak barang produktif yang  dimiliki akan semakin banyak mendatangkan aset.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang  buruk adalah utang yang dipergunakan untuk keperluan konsumtif yang  tidak mendatangkan pemasukan. Utang untuk membeli rumah besar guna  mengganti rumah yang selama ini ditempatinya atau utang untuk membeli  mobil mewah guna mengganti mobil atau sepeda motor yang selama ini  dikendarainya adalah contoh utang buruk yang sering dilakukan orang.  Kepemilikan barang-barang tersebut tidak mendatangkan pemasukan tetapi  malah memperbesar pengeluaran yang dipastikan akan mengurangi aset yang  kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang dalam bentuk kartu kredit (&lt;i style=""&gt;credit cards&lt;/i&gt;)  yang melampui batas adalah salah satu contoh utang buruk. Utang  tersebut umumnya diperuntukan bagi utang-utang konsumtif dan jarang  sekali untuk utang-utang produktif. Utang konsumtif dalambentuk kartui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kredit atau dalam bentuk apapun harus segera diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalau  kita terlanjur memiliki utang buruk dalam bentuk kartu kredit segera  lunasi semua tagihan. Gunting semua kartu kredit yang kita milki kecuali  satu atau dua kartu kredit yang masih kita perlukan. Kalau tidak mampu  membayar semua tagihan, terlebih dahulu kita lunasi salah satu kartu  kredit yang terjangkau untuk dilunasi, sedangkan kartu kredit yang lain  kita bayar tagihan minimalnya saja. Dengan cara seperti ini satu per  satu utang kartu kredit akhirnya dapat diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memahami perbedaan utang dengan aset&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seringkali orang menyamakan utang dengan aset   karena utang nampak seolah-olah sebagai aset. Sesungguhnya kedua hal  itu sangat berbeda, karena utang adalah liabilitas yang mendatangkan  pengeluaran, sedangkan aset adalah sesuatu yang mendatangkanpenghasilan  atau memberikan pemasukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah  besar, mobil mewah, atau perangkat elektronik canggih dinilai sebagai  aset kendati dibeli dengan uang pinjaman, padahal barang-barang tersebut  adalah liabilitas. Rumah besar, mobil mewah atau perangkat elektronik  canggih bukan aset karena tidak memberikan pemasukan kepada kita, bahkan  mendatangkan pengeluaran dalam bentuk hipotek, biaya operasional,  pemeliharaan, pajak, asuransi, bunga, denda dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Barang-barang  yang kita beli dengan uang pinjaman membuat kita seolah-olah memiliki  banyak aset, padahal barang-barang tersebut sesungguhnya adalah aset  milik pemberi pinjaman (kreditur). Rumah besar, mobil mewah atau barang  elektronik canggih akan disita oleh kreditur kalau kita lalai dalam  memenuhi kewajibannya sebagai peminjam (debitur). Semakin banyak  barang-barang yang kita miliki dengan jalan berutang, semakin besar  liabilitas kita sementara aset kita justru semakin kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memahami perbedaan liabilitas dengan aset&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seringkali orang menyamakan liabilitas (&lt;i style=""&gt;liability&lt;/i&gt;) dengan aset (&lt;i style=""&gt;assets&lt;/i&gt;)  karena utang nampak seolah-olah sebagai aset. Sesungguhnya kedua hal  itu sangat berbeda, karena utang adalah liabilitas yang mendatangkan  pengeluaran, sedangkan aset adalah sesuatu yang mendatangkan penghasilan  atau memberikan pemasukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah  besar, mobil mewah, atau perangkat elektronik canggih dinilai sebagai  aset kendati dibeli dengan uang pinjaman, padahal barang-barang tersebut  adalah liabilitas. Rumah besar, mobil mewah atau perangkat elektronik  canggih bukan aset karena tidak memberikan pemasukan kepada kita, bahkan  mendatangkan pengeluaran dalam bentuk hipotek, biaya operasional,  pemeliharaan, pajak, asuransi, bunga, denda dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"   lang="SV"&gt;Barang-barang  yang kita beli dengan uang pinjaman membuat kita seolah-olah memiliki  banyak aset, menjadi orang kaya raya, padahal barang-barang tersebut  sesungguhnya adalah aset milik pemberi pinjaman. Rumah besar, mobil  mewah atau barang elektronik canggih akan disita oleh kreditur kalau  kita lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagai debitur. Semakin banyak  barang-barang yang kita miliki dengan jalan berutang, semakin besar  liabilitas kita sementara aset kita justru semakin kecil.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-1759392088538113751?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/1759392088538113751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-utang-menjadi-aset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1759392088538113751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1759392088538113751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengubah-utang-menjadi-aset.html' title='Mengubah utang menjadi aset'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-o1orMaUdUnQ/TfILwTkZ4mI/AAAAAAAAAK4/9C01nPOEI3g/s72-c/19%2B-%2Butang%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-8265221206745845438</id><published>2011-08-09T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:35:09.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarat meminjaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses meminjam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarat debitur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarat pinjaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarat utang'/><title type='text'>Kiat sukses mendapatkan pinjaman</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang pemberi pinjaman (kreditur) akan menilai calon peminjam (debitur) yang mengajukan permohonan pinjaman berdasarkan 5C (&lt;i style=""&gt;collaterals, capitals, capacities,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;caracters dan condition of economics&lt;/i&gt;).   Meski membutuhkan pinjaman, seorang calon debitur harus bijak dalam   menentukan kreditur yang memiliki fleksibelitas berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-u6eACGNkOsM/Tf4AjbHjQBI/AAAAAAAAALA/460X84kwnDU/s1600/utang%2Bmulyo%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 127px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-u6eACGNkOsM/Tf4AjbHjQBI/AAAAAAAAALA/460X84kwnDU/s200/utang%2Bmulyo%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619929993579806738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Syarat menjadi debitur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang   pemberi pinjaman (kreditur) dan terlebih lagi kreditur yang berbentuk   lembaga ekonomi dan keuangan mempunyai pertimbangan tertentu dalam   memberikan pinjaman kepada kita. Mereka umumnya berpikir dan bertindak   layaknya seorang bankir. Mereka memberikan pinjaman setelah menilai   persyaratan 5 C yang dimiliki calon debitur, yakni &lt;i style=""&gt;collaterals, capitals, capacities,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;caracters&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;condition of economics&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;  Seorang calon peminjam (debitur) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dikabulkan permohonannya apabila mempunyai jaminan atau agunan (&lt;i style=""&gt;collateral&lt;/i&gt;)   yang melebihi jumlah pinjaman. Jumlah uang pinjaman yang diberikan   tidak akan melebihi 70% dari nilai agunan yang kita miliki. Pada saat   uang pinjaman kita dapatkan, kita harus menyerahkan bukti kepemilikan   agunan tersebut kepada kreditur. Bila terjadi kemacetan dalam   pengembalian utang, agunan tersebut dijadikan kreditur sebagai   pembayaran atas utang-utang yang tertunggak atau agunan itu akan dijual   kepada pihak ketiga untuk melunasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kreditur akan memberikan pinjaman kepada calon debitur yang memiliki modal (&lt;em&gt;capital&lt;/em&gt;)   walaupun hanya sedikit dan bukan kepada mereka yang tidak mempunyai   modal sama sekali. Pinjaman yang diberikan kreditur berfungsi sebagai   tambahan modal untuk memperlancar kegiatan produktif sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kegiatan   tersebut semakin efektif dan efisien. Kita harus memiliki sejumlah  dana  yang dialokasikan secara khusus sebagai modal awal bagi kegiatan   produktif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemampuan (&lt;em&gt;capacitie&lt;/em&gt;s)   kita dalam memanfaatkan dan mengembalikan pinjaman akan dinilai   kreditur yang akan memberikan pinjaman. Kreditur menilai kemampuan calon   debitur dengan menganalisis kelayakan proposal yang kita buat sewaktu   mengajukan permohonan. Bila kita mengajukan peminjaman untuk usaha,   kemampuan kita juga dinilai dari perjalanan usaha yang telah kita   lakukan selama ini berdasarkan laporan keuangan yang kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kreditur juga akan menilai sifat-sifat (&lt;em&gt;caracters&lt;/em&gt;) kita dalam mengelola uang, terutama kejujuran, kedisiplinan dan kebiasaan dalam mengatur &lt;i style=""&gt;cash flow&lt;/i&gt;.   Buku tabungan atau rekening koran yang kita miliki menjadi sumber   informasi bagi kreditur dalam menilai sifat-sifat kita dalam mengelola   uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah pertimbangan kreditur terhadap kondisi ekonomi (&lt;em&gt;condition of economic&lt;/em&gt;)   yang sedang dihadapi. Kondisi ekonomi yang baik menyebabkan kreditur   memberi banyak kemudahan dalam memberikan pinjaman. Sebaliknya, kondisi   ekonomi yang sedang sulit mengakibatkan para kreditur agak ketat dalam   memberikan pinjaman kepada para debitur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memilih kreditur yang fleksibel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk   meminjam uang, kita harus bijak memilih kreditur yang memberi  kemudahan  dalam penyelesaian pinjaman, yakni kreditur yang fleksibel.  Memilih  kreditur yang fleksibel memudahkan kita dalam melakukan  negosiasi untuk  mengubah besarnya angsuran utang, mengubah jangka waktu  pembayaran tanpa  dikenai denda/bunga, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kreditur   yang fleksibel, secara berturut-turut dari kreditur yang sangat   fleksibel sampai dengan kreditur yang tidak fleksibel adalah : (1)   suami/istri, (2) orang tua (3) mertua, (4) saudara, (5) sahabat, (6)   teman, (7) perusahaan/kantor, (8) koperasi, (9) pegadaian, (10) bank   besar, (11) bank kecil, (12) leasing/leaseback dan terakhir nomor (13)   barulah boleh ke rentenir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meminjam   uang kepada pasangan kita, suami atau isteri kita akan memberikan   kemudahan dalam penyelesaian pinjaman, demikian pula meminjam kepada   orang tua kita, mertua, saudara, sahabat atau teman. Meminjam kepada   perusahaan atau kantor tempat kita kerja juga termasuk pilihan kreditur   yang fleksibel disamping tentunya tidak dikenai biaya administrasi,   bunga atau denda apabila terlambat melunasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disamping   kreditur-kreditur yang sangat fleksibel tersebut, kita juga dapat   memanfaatkan lembaga ekonomi dan keuangan sebagai sumber dana pinjaman.   Untuk lembaga yang relatif fleksibel dengan biaya administrasi yang   ringan dan bunga yang relatif menguntungkan kita adalah koperasi,   kemudian disusul lembaga-lembaga lain yang lebih tidak fleksibel seperti   pegadaian, bank besar, bank kecil, &lt;i style=""&gt;leasing&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;leasback&lt;/i&gt;.   Kemudian sebagai alternatif terakhir yang juga dapat dimanfaatkan   sebagai sumber pinjaman (walaupun sangat tidak disarankan) adalah   meminjam uang kepada rentenir sebagai modal yang akan diolah untuk   memperbesar aset kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memprioritaskan pembayaran utang jatuh tempo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah   mendapat pinjaman dari kreditur dan pinjaman tersebut sudah jatuh  tempo  untuk membayar angsuran, kita harus segera melunasi angsuran  pinjaman  kita. Membayar utang yang sudah jatuh tempo tidak dapat  ditunda karena  akan mengurangi kepercayaan kreditur kepada kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membayar utang yang sudah jatuh tempo kepada lembaga ekonomi dan keuangan seperti bank, &lt;i style=""&gt;leasing&lt;/i&gt;, atau &lt;i style=""&gt;leasback&lt;/i&gt;   tidak dapat ditunda karena akan menambah beban pinjaman. Penundaan   pembayaran angsuran pinjaman akan menambah besar angsuran karena adanya   denda keterlambatan. Penundaan yang sering terjadi bisa dijadikan  alasan  oleh pihak kreditur untuk melakukan penyitaan barang yang dibeli  dengan  uang pinjaman tersebut sehingga menghilangkan kesempatan kita  untuk  mendapatkan manfaat dari pinjaman tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang   kepada rentenir sebaiknya dihindari, kecuali dalam keadaan darurat   karena kebutuhan yang sangat mendesak yang tidak mungkin dipenuhi dari   sumber-sumber lain yang lebih fleksibel. Utang kepada rentenir dapat   diambil bila kita sangat yakin mampu mengembalikan pinjaman tersebut   tanpa mengganggu kondisi keuangan kita, misalnya karena penghasilan yang   didapat dari uang pinjaman tersebut jauh lebih besar dari bunga yang   diminta oleh rentenir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Utang   kepada rentenir sebaiknya dihindari, namun kalau terpaksa berutang dan   sudah jatuh tempo untuk membayar, maka sama sekali tidak boleh ditunda   pembayarannya, karena bisa berakibat sangat fatal bagi peminjamnya.   Menunda pembayaran utang kepada rentenir dapat berujung pada penyitaan   aset yang kita miliki dan pemasukan akan terhenti bila utang tersebut   dipergunakan untuk membeli barang produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-8265221206745845438?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/8265221206745845438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/kiat-sukses-mendapatkan-pinjaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/8265221206745845438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/8265221206745845438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/kiat-sukses-mendapatkan-pinjaman.html' title='Kiat sukses mendapatkan pinjaman'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-u6eACGNkOsM/Tf4AjbHjQBI/AAAAAAAAALA/460X84kwnDU/s72-c/utang%2Bmulyo%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-3481053434543699955</id><published>2011-08-08T08:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:35:47.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liabilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aktiva'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cash flow'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arus kas'/><title type='text'>Melek finansial</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang yang melek finansial harus memahami  laporan keuangan yang biasanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Melek  finansial artinya memahami bentuk laporan keuangan, mampu memahami  perbedaan aset dengan libilitas serta menentukan fokus keuangan yang  diorientasikan pada aset, bukan keseimbangan pemasukan dengan  pengeluaran.&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wUvHDkBxQxM/TjjmBQYq7SI/AAAAAAAAALI/cHugRdKSFF8/s1600/23%2B-%2Blaporan%2Bkeuangan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wUvHDkBxQxM/TjjmBQYq7SI/AAAAAAAAALI/cHugRdKSFF8/s200/23%2B-%2Blaporan%2Bkeuangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636507842906877218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Memahami laporan keuangan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melek  finansial artinya mampu membaca dan memahami laporan keuangan. Melek  finansial ditandai dengan kemampuan untuk membedakan laporan keuangan  yang dimiliki oleh orang kaya dengan laporan keuangan yang dimiliki oleh  orang miskin dan kelas menengah. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang yang melek finansial minimal harus memahami 2 (dua) bentuk laporan keuangan, yakni arus kas (&lt;i style=""&gt;cashflow&lt;/i&gt;) dan aktiva (harta). &lt;i&gt;Cashflow &lt;/i&gt;terdiri dari pemasukan dan pengeluaran, sedangkan harta terdiri dari asset dan liabilitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemasukan (&lt;i&gt;Income&lt;/i&gt;)  meliputi gaji, royalty, bunga dan semua penghasilan yang di dapat  dengan menukarkan waktu anda secara langsung maupun tidak langsung. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengeluaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;i&gt;Expenses&lt;/i&gt;) meliputi semua biaya hidup anda dan keluarga anda, beserta semua cicilan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; anda (bergerak ataupun tidak bergerak). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aset (&lt;i&gt;Asset&lt;/i&gt;) adalah semua hal/&lt;i&gt;tools&lt;/i&gt; yang menyebabkan pemasukan (&lt;i&gt;income&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;cashflow&lt;/i&gt;  anda. Aset ini bisa mencakup diri anda, orang terdekat yang ikut  memikul beban keluarga, rumah/mobil yang disewakan, royalties dari  barang ciptaan, deviden saham, bunga bank, dan sebagainya. Liabilitas (&lt;i&gt;Liability&lt;/i&gt;) adalah semua kewajiban yang masih menjadi beban anda dan menyebabkan pengeluaran &lt;i&gt;cashflow&lt;/i&gt; anda. Harta kewajiban ini mencakup cicilan rumah, cicilan mobil, pembayaran iuran,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dana pensiun tahunan, kewajiban biaya hidup keluarga, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memahami perbedaan aset dengan liabilitas &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang yang melek finansial dapat membedakan hakekat aset dengan liabilitas dan tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyamakan  liabilitas dengan aset karena liabilitas seringkali nampak seolah-olah  sebagai aset. Aset adalah sesuatu yang memberikan pemasukan, sedangkan  liabilitas adalah sesuatu yang mendatangkan pengeluaran. Orang yang  menganggap liabilitas sebagai aset mengakibatkan liabilitasnya semakin  besar sementara asetnya justru semakin kecil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah  besar sering dinilai sebagai aset padahal liabilitas. Rumah besar  adalah bukan aset karena tidak mendatangkan pemasukan. Rumah besar  mendatangkan pengeluaran dalam bentuk hipotek, biaya pemeliharaan,  pajak, asuransi, dan sebagainya. Mobil mewah juga sering dinilai sebagai  aset padahal liabilitas. Mobil mewah bukan aset karena tidak  mendatangkan pemasukan, tetapi pengeluaran dalam bentuk biaya  operasional, pemeliharaan, pajak, asuransi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang  yang melek finansial berusaha menambah aset dan bukan menambah  liabilitas. Menambah aset berarti menambah pemasukan untuk meningkatkan  aset, misalnya menyewakan sebagian kamarnya yang tidak digunakan untuk  kos-kosan. Menambah aset berarti mengurangi pengeluaran untuk menurunkan  liabilitas, misalnya membeli 2 (dua) buah rumah untuk disewakan  daripada membeli sebuah rumah besar, membeli mobil baru untuk armada  angkutan umum daripada membeli mobil mewah untuk dipakai sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fokus pada aset, bukan pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Orang yang melek finansial fokus pada aset bukan fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran tidak akan  menambah aset. Orang yang berusaha menambah pemasukan akan berakibat  menambah pula pengeluaran sehingga tetap saja tidak kaya walaupun  penghasilannya sudah meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang sudah mendapatkan pemasukan yang bertambah akan menganggap wajar  untuk memperbaiki penampilan, cara berbusana, model rumahnya, jenis  kendaraannya dan sebagainya. Peningkatan peemasukan dengan demikian akan  diikuti dengan peningkatan pengeluaran untuk membiayai keinginannya  itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang melek finasial fokus pada aset dan bekerja keras untuk menambah  asetnya sehingga menjadikan dirinya sebagai orang kaya dan semakin  bertambah kaya. Orang yang tidak fokus pada aset akan semakin meningkat  pengeluarannya kendati pemasukannya juga meningkat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang  yang mempunyai pengeluaran tinggi dan tidak tercukupi dari pemasukannya  akan mengandalkan utang yang membebaninya dengan angsuran, bunga dan  denda. Ketika pemasukan tidak dapat mengimbangi pengeluaran maka akan  muncul liabilitas. Jumlah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;liabilitas akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah pengeluaran ditambah dengan beban utangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-3481053434543699955?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/3481053434543699955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/melek-finansial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/3481053434543699955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/3481053434543699955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/melek-finansial.html' title='Melek finansial'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wUvHDkBxQxM/TjjmBQYq7SI/AAAAAAAAALI/cHugRdKSFF8/s72-c/23%2B-%2Blaporan%2Bkeuangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-4692501450662953042</id><published>2011-08-07T07:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:36:32.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses berbisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis cerdas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis mudah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang bisnis'/><title type='text'>Mengurusi bisnisnya sendiri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Berbisnis sebagai pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha dan investor  dapat mendatangkan keuntungan. Untuk menghasilkan aset, kita harus  mengurus bisnisnya sendiri, bukan bisnis orang lain. Bisnis yang sukses  harus semakin lama semakin santai, karena sistem bisnisnya telah bekerja  keras menghasilkan pemasukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" _mce_src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2011/08/12-bisnis.jpg" _mce_href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2011/08/12-bisnis.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2437" src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2011/08/12-bisnis.jpg" _mce_src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2011/08/12-bisnis.jpg" alt="" height="109" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berbisnis tidak sama dengan berdagang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisnis tidak sama dengan berdagang. Bisnis artinya sibuk melakukan  aktivitas yang mendatangkan keuntungan atau kesibukan yang mendatangkan  keuntungan dengan cara menjadi pekerja (&lt;em&gt;employee&lt;/em&gt;), pekerja lepas (&lt;em&gt;self employed&lt;/em&gt;), pemilik usaha (&lt;em&gt;business owner&lt;/em&gt;), atau investor (&lt;em&gt;investors&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi pekerja adalah bekerja pada seseorang (majikan), kantor  pemerintahan, atau sebuah perusahaan sehingga mendapatkan keuntungan  dalam bentuk gaji dan tunjangan.  Menjadi pekerja lepas adalah menjadi  boss bagi dirinya sendiri, seperti menjadi seorang profesional (dokter,  pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan  suatu barang atau menjual jasa kepada pihak lain sehingga mendapatkan  keuntungan dalam bentuk honor, komisi, upah dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi pemilik usaha adalah mempekerjakan orang untuk bekerja bagi  dirinya dengan menciptakan sebuah usaha dan mengendalikan sistem usaha  yang diciptakannya itu. Menjadi investor adalah menghasilkan uang   dengan menanamkan sejumlah aset untuk mendapatkan penghasilan di masa  yang akan datang dalam bentuk bunga, dividen, gain, sewa, dan sebagainya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengurus bisnis sendiri bukan bisnis orang lain &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha maupun investor harus  mengurus bisnisnya sendiri untuk memperbesar asetnya sendiri.  Mengurusi  bisnis sendiri artinya mengurusi aset, bukan mengurusi pemasukan,  pengeluaran dan liabilitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengurusi pemasukan berarti mengurusi dan memperbesar aset pemilik  dan perusahaan, mengurusi pengeluaran berarti mengurusi dan memperbesar  aset penjual dan pemerintah, sedangkan mengurusi liabilitas berarti  mengurusi dan memperbesar aset yang dimiliki kreditur dan bank.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi asetnya sendiri, bukan  mengurusi pemasukan. Mengurusi pemasukan berarti mengurusi dan  memperbesar aset pemilik dan perusahaan. Pemasukan yang didapat oleh  pekerja atau pekerja lepas jauh lebih sedikit dibanding dengan pemasukan  yang diperoleh oleh pemilik dan perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi asetnya sendiri, bukan  mengurusi pengeluaran. Mengurusi pengeluaran berarti mengurusi dan  memperbesar aset penjual dan pemerintah. Uang yang kita pergunakan untuk  membeli atau membiayai sesuatu akan mendatangkan keuntungan pada para  penjual dan memperkaya pemerintah dalam bentuk pajak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurus asetnya sendiri dan tidak  mengurusi liabilitas. Mengurusi liabilitas berarti memperbesar aset  kreditur dan bank, karena para kreditur dan bank tersebut memperoleh  keuntungan besar dari pinjaman kita dalam bentuk bunga dan denda.  Semakin besar utang yang kita miliki akan semakin besar bunga yang  diperoleh kreditur dan bank. Semakin lama kita menunda pembayaran utang  akan semakin besar denda yang  didapat oleh kreditur dan bank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semakin lama semakin santai dengan bisnisnya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha dan investor harus  membangun sistem bisnis yang membuatnya semakin sedikit melakukan  pekerjaan. Pada awalnya memang kita harus bekerja keras untuk  menciptakan dan membangun sistem bisnis, tetapi semakin lama kesibukan  kita harus semakin berkurang dan harus semakin santai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sistem bisnis yang perlu diciptakan dan dibangun oleh seorang pekerja  dan pekerja lepas antara lain sub sistem perencanaan, pengelolaan dan  pengawasan keuangan yang efisien. Sistem bisnis yang perlu dibangun oleh  pemilik usaha dan investor, antara lain sub sistem organisasi,  pemasaran, produksi dan keuangan. Bila sistem bisnis yang dibangun sudah  mapan maka kita tinggal menikmati keuntungannya saja di belakang hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sistem bisnis yang kita bangun hendaknya semakin lama akan semakin  bekerja keras menghasilkan pemasukan. Pada tahap ini, kesibukan kita  akan semakin berkurang dan kita akan semakin santai dengan bisnisnya,  bahkan akhirnya bisa terlepas dari semua pekerjaan (JOB). Terlepas dari  JOB menandakan kita sudah sukses dalam bisnis kita, karena JOB = Just  Over Broke (baru melewati kebangkrutan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang sukses dengan bisnisnya harus semakin santai, bukannya  semakin sibuk. Orang yang semakin sibuk karena  kedudukannya semakin  tinggi menandakan bahwa dia belumlah sukses. Kedudukan yang semakin  tinggi pada umumnya akan meningkatkan pula pemasukannya. Selanjutnya,  peningkatan pemasukan yang didapatkannya akan menyebabkan pengeluarannya  bertambah pula untuk membiayai berbagai keperluan yang berhubungan  dengan kedudukannya tersebut. Oleh karena itu asetnya tidak akan  bertambah, bahkan semakin kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-4692501450662953042?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/4692501450662953042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengurusi-bisnisnya-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/4692501450662953042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/4692501450662953042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/mengurusi-bisnisnya-sendiri.html' title='Mengurusi bisnisnya sendiri'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-1561964032127998407</id><published>2011-08-06T06:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:37:10.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cari pinjaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari utang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cari modal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat bisnis'/><title type='text'>Cara jitu mendapatkan modal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Menghasilkan uang tanpa uang ternyata bukan mimpi, saya sudah   membuktikan gagasan itu dalam bentuk yang nyata. Gagasan tersebut saya  kembangkan dengan konsep yang saya namakan konsep &lt;em&gt;having, doing, being&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" _mce_src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;Konsep  tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadi saya yang sudah   menjadi  dosen hampir 20 tahun dengan sederet jabatan namun tidak   menghasilkan  uang yang banyak. Dengan konsep itu, saya dapat memiliki 2 (dua)  buah  rumah dan sebuah mobil sebagai modal dalam berbisnis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep yang saya miliki dan telah saya jalankan dapat dilakukan oleh semua orang asalkan orang tersebut mempunyai (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;having&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)   kemauan atau motivasi yang tepat serta menguasai pengetahuan yang   memadai. Kemauan dan kemampuan tersebut harus dijadikan dasar dalam   melakukan (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;doing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) tindakan yang kreatif, inovatif dan tepat sesuai tujuan yang fokus, yakni menjadikan dirinya menjadi (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;being&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)  sosok seperti apa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/pasif-income1.jpg" _mce_href="../files/2010/08/pasif-income1.jpg"&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/pasif-income1.jpg" _mce_src="../files/2010/08/pasif-income1.jpg" alt="" height="109" width="157" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mempunyai (&lt;em&gt;Having&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Saya mempunyai motivasi yang menurut saya sangat relevan sebagai   dosen, yaitu  janganlah bekerja untuk uang tapi bekerjalah untuk   belajar. Saya mempunyai (&lt;em&gt;having&lt;/em&gt;) motivasi bekerja untuk belajar bukan bekerja untuk uang. Bekerja untuk uang menghasilkan ketakutan dan ketamakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bekerja untuk uang menjadikan saya tergantung dengan uang. Tergantung   dengan uang akan menciptakan ketakutan, takut tak punya uang, takut   kekurangan uang, sehingga bisa menjadi budak uang yang mau dan tega   melakukan apa pun demi uang termasuk dengan cara yang batil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bekerja untuk uang menjadikan saya sangat mencintai uang dan   kemungkinan besar dapat mengubah saya menjadi tamak. Ketika saya   mendapatkan gaji yang  bertambah besar atau uangnya bertambah banyak,   keinginan saya pun tentu bertambah, sehingga saya menjadi semakin tamak   untuk mendapatkan uang yang lebih banyak. Ketamakan bisa menjadikan   seseorang mau dan mampu melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan   sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bekerja dapat menjadi pembelajaran untuk menguasai cara menghasilkan   uang dengan mudah, mengatur pengeluaran yang efisien, serta mengelola   aset dan liabilitas dengan baik. Pengetahuan tersebut meliputi aspek   kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan) dan afektif (sikap).   Bekerja membuat saya mempunyai (&lt;em&gt;having&lt;/em&gt;) kemampuan konseptual   untuk menghasilkan uang dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang   saya dapatkan dari prinsip bekerja untuk belajar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/oportunity2.jpg" _mce_href="../files/2010/08/oportunity2.jpg"&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/oportunity2.jpg" _mce_src="../files/2010/08/oportunity2.jpg" alt="" height="122" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melakukan (&lt;em&gt;Doing&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Setelah saya mempunyai kemauan dan kemampuan konseptual untuk menghasilkan uang, saya mulai melakukan (&lt;em&gt;doing&lt;/em&gt;)   sesuatu yang sudah saya kuasai dan menjadi kemauan saya tersebut.   Banyak cara yang sudah saya lakukan, namun kalau orientasinya adalah &lt;em&gt;how to make money with loan&lt;/em&gt; &lt;em&gt; &lt;/em&gt;  saya melakukannya dengan cara mencari pinjaman yang aman, mengelolanya  dengan cara membeli sesuatu, menjual kembali dan menyewakannya,    sehingga saya mendapat penghasilan pasif sampai sekarang. Cara tersebut   telah saya lakukan dan dapat dilakukan pula oleh siapa pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/opportunity3.jpg" _mce_href="../files/2010/08/opportunity3.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/pasif-income4.jpg" _mce_href="../files/2010/08/pasif-income4.jpg"&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/pasif-income4.jpg" _mce_src="../files/2010/08/pasif-income4.jpg" alt="" height="124" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;(&lt;em&gt;Being&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Motivasi dan tindakan yang saya lakukan sesuai dengan keinginan saya untuk menjadi (&lt;em&gt;being&lt;/em&gt;)  dosen yang kaya tanpa keharusan untuk bekerja. Persisnya, saya ingin  menjadi dosen yang melakukan pekerjaan sebagai pilihan, bukan sebagai  keharusan karena butuh untuk makan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bekerja sebagai pilihan dapat terwujud kalau saya sudah mempunyai penghasilan pasif (&lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;)   yang memadai. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh   secara rutin dan terus menerus tanpa bekerja, karena aset yang saya   miliki telah “bekerja” menghasilkan uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat tujuan saya tercapai saya dapat memilih akan mengajar apa,   dimana dan kapan pun yang saya suka, karena saya tidak bekerja untuk   uang. Mengajar menjadi sebuah peribadatan dengan memberikan ilmu-ilmu   yang bermanfaat. Alangkah indahnya hidup ini, sebab  ilmu yang   bermanfaat pahalanya akan terus mengalir kendati kita telah meninggal   dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana ketiga konsep itu dilakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baca pengalaman nyata saya pada tulisan yang berjudul :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Inilah cara saya mendapatkan modal"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;di blog ini juga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;+&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-1561964032127998407?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/1561964032127998407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/cara-jitu-mendapatkan-modal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1561964032127998407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/1561964032127998407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/cara-jitu-mendapatkan-modal.html' title='Cara jitu mendapatkan modal'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-7637195379136053337</id><published>2011-08-05T05:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:37:38.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendapat modal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menambah aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengembangkan modal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menambah kekayaan'/><title type='text'>Inilah cara saya mendapatkan modal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Menghasilkan uang dengan konsep &lt;em&gt;having, doing, being&lt;/em&gt;  ternyata  bukan mimpi, saya sudah membuktikan gagasan itu untuk  mendapatkan modal berbisnis. Saya mempunyai 2 (dua) buah rumah dan  sebuah mobil dengan gagasan  menciptakan uang dengan pinjaman (&lt;em&gt;make money with loan&lt;/em&gt;). Anda pun bisa mendapatkan apa yang saya peroleh  melalui konsep tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/get-money.jpg" _mce_href="../files/2010/08/get-money.jpg"&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/files/2010/08/get-money.jpg" _mce_src="../files/2010/08/get-money.jpg" alt="" height="115" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" _mce_src="http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  melakukannya dengan 4 (empat) langkah praktis : (1) mencari pinjaman  yang aman, (2) membeli sesuatu, (3) menjual kembali dan (4) menyewakan,  sehingga saya mendapat penghasilan pasif sampai sekarang. Cara tersebut   telah saya lakukan dan dapat dilakukan pula oleh siapa pun, yakni :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya mencari pinjaman yang aman untuk      membayar uang muka sebuah   rumah. Pinjaman tersebut saya dapatkan dari      orang tua/mertua yang   tentu saja tidak mengenakan bunga dan batas waktu      pengembalian  yang  ketat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya meminjam surat-surat rumah dari ppemilik rumah yang akan        saya beli untuk mengurus kredit atau pinjaman ke bank setelah membayar        uang muka. Ini dimungkinkan karena saya telah memberikan uang   mukanya.      Bank yang saya pilih adalah bank yang mempunyai   syarat-syarat yang lunak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah dilunasi dengan pembayaran uang      pinjaman bank, rumah   tersebut saya sewakan dan uang sewanya digunakan      untuk membayar   angsuran pinjaman dan bunganya ke bank.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya kemudian menjual rumah tersebut ketika      harganya sedang meningkat untuk membeli rumah yang ukurannya lebih besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil penjualan rumah digunakan untuk       melunasi pinjaman ke   bank dan membayar uang muka  rumah yang      ukurannya lebih besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelum disewakan, rumah tersebut dipecah      menjadi 2 (dua) sehingga mendapatkan uang sewa yang berlipat ganda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uang sewa yang diperoleh digunakan untuk      mengangsur pinjaman ke bank dan sisanya dikumpulkan sebagai uang simpanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah mencapai jumlah tertentu,       simpanan tersebut saya   gunakan sebagai uang muka pembelian sebuah mobil.      Saya membayar   uang muka yang besar untuk mendapatkan angsuran yang ringan.      Untuk   menambah uang muka, saya meminjam lagi kepada orang tua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobil tersebut kemudian saya fungsikan      sebagai mobil pribadi   sekaligus mobil sewaan dan uang sewanya digunakan      untuk mengangsur   pembayaran pinjaman dari bank.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uang sewa yang diperoleh dari 2 (dua) rumah      sewa dan mobil   sewaan tersebut yang kemudian digunakan untuk melunasi      pinjaman   kepada orang tua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat ini, rumah dan mobil belum terlunasi      namun saya tidak   terbebani dengan angsurannya karena keduanya dibayar dari      hasil   pengelolaan kedua properti tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Apakah Anda juga punya pengalaman yang berharga seperti saya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau bahkan lebih spektakuler?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayo tuliskan testimoni anda!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;+&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-7637195379136053337?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/7637195379136053337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/inilah-cara-mendapatkan-modal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7637195379136053337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7637195379136053337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2011/05/inilah-cara-mendapatkan-modal.html' title='Inilah cara saya mendapatkan modal'/><author><name>Mulyo Wiharto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17722451784717106069</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-PFoi_bHU43E/TZ15pBO5kcI/AAAAAAAAAG0/449o6d_skN8/s220/mulyo%2B1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3211129103318530825.post-7147556101064553943</id><published>2009-05-01T15:31:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T19:39:20.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneurship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis cerdas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial freedom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='passive income'/><title type='text'>Bisnis ..........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni5C95gb7QY/So57PH0ulpI/AAAAAAAAAGE/2FOBYeQS5cc/s1600-h/kiyosaki+quadrant+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni5C95gb7QY/So57PH0ulpI/AAAAAAAAAGE/2FOBYeQS5cc/s200/kiyosaki+quadrant+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372366905228039826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; saya torehkan tulisan ini, saya mohon maaf terlebih dahulu kepada para pembaca yang budiman bahkan seandainya pun tidak berkenan dihati dimohonkan tanggapan dan kritikan yang bersifat membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Memang saya terlahir dari keluarga yang sederhana, orang tua saya (mama) pebisnis tulen dan bukan hanya dinegara republik indonesia saja dilakukan bisnis tersebut bahkan sampai kenegara-negara tetangga kita. Beliau adalah pedagang perhiasan (berlian, emas murni) seperti kita ketahui bersama bahwa perhiasan dari negara indonesia sangat terkenal bagus kualitas dan proses membentuknya pun sangat halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu keluarga saya cukup terpandang jika dilihat dari materi, namun kondisi itu tidak bertahan lama karena negara kita dilanda krisis moneter yang pernah mendapat peringkat paling tinggi didunia (750%) sehingga diseluruh pelosok negara kita benar-benar lumpuh perekonomiannya, kalau masih ingat uang Rp 100.000 ,- menjadi Rp 1,-  bayangkan........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepuluh tahun kemudian, orang tua saya mencoba bangkit kembali melakukan bisnis yang berbeda dengan melakukan padat karya, bisnis inipun tidak memberikan prospek yang jelas, mungkin karena masih terobsesi dengan kondisi perekonomian yang masih labil, daya beli masyarakat juga masih sangat rendah. Tapi saya masih bersyukur karena papa saya mendapat pekerjaan dipemerintahan sehingga untuk kebutuhan sehari-hari dapat jatah dari kantor, namun harus makan beras jatah (beras bulgur).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu mama tidak tinggal diam, beliau terus mencari peluang-peluang bisnis yang dapat dilakukannya, tapi semuanya tidak berjalan mulus sehingga satu saat beliau sadar bahwa dunia bisnis itu tidak bisa menjamin, sehingga ia memutuskan tidak akan melakukan bisnis lagi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah saya duduk dibangku kuliah, saya mencoba untuk merenungi pengalaman mama saya tersebut, dimana letak kegagalannya?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata permasalahan yang paling substansi kegagalan itu adalah :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;1. Bisnis itu dapat dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai rasa tega&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;2. Harus mempunyai jiwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;enterepreneur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;3. Bisnis apapun harus didasari oleh keuntungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;4. Kolega harus sama seperti kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Time value of money&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai sekarang ini tidak pernah mempunyai jiwa seperti yang tertera diatas, sehingga saya tidak akan pernah melakukan bisnis. karena bisnis itu tidak dapat menjamin kelanggengan dalam hidup yang tentram, damai dan kejujuran.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3211129103318530825-7147556101064553943?l=mulyowiharto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/feeds/7147556101064553943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2009/04/bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7147556101064553943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3211129103318530825/posts/default/7147556101064553943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyowiharto.blogspot.com/2009/04/bisnis.html' title='Bisnis ..........'/><author><name>Bang Boy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05258481195413171320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Uc3LxZN-qzc/SYaJIjVCnRI/AAAAAAAAAAc/xiQLFpJxMxA/S220/Foto(160).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ni5C95gb7QY/So57PH0ulpI/AAAAAAAAAGE/2FOBYeQS5cc/s72-c/kiyosaki+quadrant+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
